Jeep Bakal Setop Jual Grand Cherokee di Eropa, Digantikan Wagoneer S
JAKARTA - Merek otomotif premium dari Amerika Serikat (AS), Jeep mengonfirmasi akan menghentikan penjualan Grand Cherokee di Eropa pada tahun ini.
Melansir dari Autocar, Senin, 13 Januari, langkah ini harus diambil oleh merek tersebut demi memberi ruang bagi EV terbarunya, Wagoneer S yang akan hadir di benua biru pada akhir tahun ini. Mobil tersebut memiliki ukuran yang serupa seperti Grand Cherokee.
Dengan demikian, Wagoneer S akan berdampingan dengan EV lainnya bernama Avenger yang memiliki ukuran lebih kecil. Selain itu. SUV besar ini diharapkan dapat berkontribusi lebih baik terhadap target penjualan CO2 dan EV karena semuanya serba listrik.
Jeep juga akan melakukan langkah serupa pada Recon EV yang segera menggantikan Wrangler di pasar tersebut. Hal ini dilakukan karena keduanya merupakan model yang dikhususkan untuk offroad 4x4 dengan pemosisian sama.
“Itu belum diputuskan saat ini, tapi Recon akan menjadi alternatif kuat untuk Wrangler,” kata Head of Jeep Brand Europe, Eric Laforge.
Baca juga:
Hadirnya Jeep Wagoneer S sekaligus menandai langkah baru bagi brand dalam berpetualang pada peralihan menuju elektrifikasi sepenuhnya.
Jeep Wagoneer S dibangun di atas platform terbaru yang dikembangkan oleh Stellantis, STLA Large. Mobil ini direncanakan akan masuk ke dalam pasar kendaraan listrik premium.
Berbicara soal performanya, Jeep Wagoneer S dibekali dengan motor listrik berkekuatan dahsyat hingga 600 dk dan torsi instan 800 Nm. Dengan demikian, mobil ini dapat berlari dari 0 ke 100 km/jam dalam 3,4 detik.
Dibangun di atas platform STLA Large, SUV ini juga memiliki baterai 100 kWh sehingga dapat berjalan dengan jarak tempuh sejauh 482 km dalam sekali pengisian daya. Mobil ini secara efisien dalpat mengisi daya dari 20 ke 80 persen dalam 23 menit saja menggunakan DC fast charger.