AS Tetap Jadikan Australia Destinasi Prioritas Meski Beri Warning Warganya usai Penikaman Massal di Sydney

JAKARTA - Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) menerbitkan warning atau peringatan kepada warganya di Australia untuk tetap waspada pascapenikaman massal di salah satu pusat perbelanjaan sibuk Westfield Bondi Junction di Sydney.

Peringatan itu dikeluarkan Kedubes AS di Canbera, Australia yang menyebutkan potensi bahaya bisa saja terjadi di kawasan tidak terduga.

“Setelah insiden mengerikan di Bondi Junction akhir pekan ini, Kebubes AS untuk Australia mengingatkan warga AS untuk tetap waspada, waspada terhadap lingkungan sekitar, dan menerapkan keamanan pribadi yang tinggi serta kesadaran situasional,” bunyi pesan peringatan tersebut, dikutip dari News.com.au, Rabu 17 April.

Bunyi peringatan itu juga meminta warga AS yang berkunjung ke kawasan wisata padat dan populer di Australia diminta tanggap pada lingkungan sekitar dan selalu mengikuti instruksi polisi.

Warga AS juga diminta untuk menghindari jika adanya aksi demonstrasi dan meninjau kembali upaya keamanan pribadi.

Meski ada peringatan baru, Departemen Luar Negeri AS lewat Departemen Luar Negeri dan Perdagangan AS tatap mengklasifikasikan Australia sebagai destinasi wisata prioritas atau "tingkat satu".

Adapun penikaman massal dilakukan Joel Cauchi (40) di Westfield Bondi Junction, Australia pada Minggu 14 April. Penusukan itu menyebabkan 6 korban meninggal dunia dan 12 lainnya luka-luka.

Dalam laporannya, 9News Australia menyebutkan kepolisian wilayah News South Wales mengatakan pelaku melakukan aksinya lantaran memiliki masalah kesehatan mental.