BI Prediksi Ekonomi Dunia 2024 Tumbuh Melambat di 2,8 Persen

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi dunia tahun 2024 akan melambat pada level 2,8 persen dengan kecenderungan risiko yang lebih rendah, meski pada tahun 2023 diperkirakan tumbuh di kisaran 2,9 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pada 2024 pertumbuhan ekonomi dunia tahun akan melambat pada level 2,8 persen dengan kecenderungan risiko yang lebih rendah.

Menurut Perry ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2023 masih akan tumbuh kuat terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan sektor jasa yang berorientasi domestik. Sementara Tiongkok akan melambat dipengaruhi oleh pelemahan konsumsi dan penurunan kinerja sektor properti.

Perry mengaku masih banyak tantangan yang akan dihadapi oleh global seperti meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong harga energi dan pangan meningkat sehingga mengakibatkan tetap tingginya inflasi global.

"Meningkatnya konflik geopolitik mendorong harga energi dan harga pangan, sehingga inflasi dunia tetap tinggi," jelas Perry.

Perry mengatakan untuk mengendalikan inflasi, suku bunga kebijakan moneter di negara maju, termasuk Federal Funds Rate (FFR), diprakirakan akan tetap bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer).

Kenaikan suku bunga global diperkirakan akan diikuti pada tenor jangka panjang dengan kenaikan yield obligasi Pemerintah negara maju, khususnya AS (US Treasury), akibat peningkatan kebutuhan pembiayaan utang Pemerintah, dan kenaikan premi risiko jangka panjang (term-premia).