Cuaca Hari Ini 28 Agustus, Sejumlah Kota di Indonesia Cerah Berawan

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini Senin, Agustus cerah berawan di wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan data resmi BMKG di Jakarta, kondisi tersebut diprediksi akan terjadi juga di beberapa kota, dengan suhu udara yang bervariasi di berbagai wilayah.

Kota-kota seperti Banda Aceh, Serang, Bengkulu, Yogyakarta, Gorontalo, Bandung, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Tarakan, Pangkal Pinang, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, dan Palembang diharapkan akan mengalami cuaca cerah berawan. Sedangkan di Gorontalo, Surabaya, dan Manado, cuaca cerah diprediksi dengan suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat celsius.

Untuk beberapa kota lainnya, seperti Denpasar, Jakarta, Jambi, Semarang, Bandar Lampung, Ambon, Jayapura, dan Mamuju, cuaca berawan berpotensi terjadi. Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan diharapkan turun di Samarinda, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Medan, dan Manokwari, sementara Padang diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas lebat.

Ketika malam tiba, cuaca cerah berawan masih diprediksi akan mendominasi sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Denpasar, Serang, Bengkulu, Bandung, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Tarakan, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Mataram, Makassar, Pekanbaru, Palembang, dan Manado. Sedangkan di Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Palangkaraya, Tarakan, Ternate, Jayapura, Manokwari, Tanjung Pinang, dan Mamuju, cuaca berawan berpotensi terjadi. Sementara cuaca cerah diprediksi di Gorontalo, Kupang, dan Kendari.

Hujan dengan intensitas ringan diharapkan turun di beberapa kota, seperti Banda Aceh, Jayapura, Manokwari, Padang, dan Ambon. Sementara Medan diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang, dan Jambi mengalami hujan dengan disertai petir.

Selama beberapa waktu terakhir, DKI Jakarta dan sekitarnya telah mengalami curah hujan yang cukup signifikan. Ini menunjukkan upaya Pemerintah Indonesia dalam menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk mengatasi polusi udara di wilayah perkotaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Koordinator Laboratorium Pengelolaan Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa pemerintah telah menggunakan teknologi modifikasi cuaca dengan menaburkan garam semai sebanyak 800 kilogram di beberapa lokasi. Teknologi ini telah digunakan di berbagai negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, Thailand, dan India, dan merupakan yang pertama kalinya diterapkan di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, air hujan merupakan cara paling efektif untuk mengurangi polusi udara. Namun, jika kemarau menghambat turunnya hujan, teknologi modifikasi cuaca dapat mengganggu stabilitas atmosfer dengan cara seperti menaburkan es kering pada ketinggian tertentu. Hal ini dapat mengganggu lapisan atmosfer dan menciptakan perubahan dalam stabilitas udara.

Dengan demikian, prakiraan cuaca dan teknologi modifikasi cuaca menjadi penting dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca serta upaya untuk menjaga kualitas udara di berbagai wilayah di Indonesia.