Ophthalmology Sebut 6 Cara Ini Bisa Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Mata

JAKARTA - Wajar jika kualitas penglihatan Anda mulai berubah seiring bertambahnya usia. Tetapi bertambahnya usia juga dapat meningkatkan risiko masalah mata serius yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Jadi apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga penglihatan Anda tetap dalam kondisi terbaik?

"Untuk setiap tahap yang dicapai dalam hidup, bagian tubuh manusia yang berbeda membutuhkan jenis perawatan dan perhatian yang berbeda juga. Termasuk mata" kata Roselyn Ahua, OD, FAAO, dokter mata yang bekerja di Pusat Medis Urusan Veteran di Charlotte, Carolina Utara, dilansir dari Livestrong, Senin, 24 Juli.

Faktanya, banyak dari kebiasaan sehat yang akan sangat membantu melindungi mata Anda. Berikut Dr. Ahua berbagi strategi yang dia gunakan untuk menjaga penglihatannya.

Gunakan sunglasses saat berada di luar

Seperti memakai tabir surya, mengenakan kacamata harus menjadi kebiasaan rutin.

"Salah satu hal paling berdampak yang dapat dilakukan adalah melindungi mata dari paparan sinar UV," kata Dr. Ahua.

Sama seperti sinar UV matahari yang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, sinar ini juga dapat membahayakan mata. Paparan kronis dapat meningkatkan risiko pertumbuhan kanker pada permukaan mata dan menyebabkan perubahan mata yang terkait dengan degenerasi makula terkait usia.

Untuk mendapatkan perlindungan maksimal, pilih kacamata hitam yang melindungi dari sinar UVA dan UVB, saran Johns Hopkins Medicine. Pastikan kacamata Anda menutupi wajah juga, sebab jika tidak, sinar matahari bisa masuk melalui sisi-sisinya.

Obati penyakit kronis seperti diabetes dan darah tinggi

Jika Anda menderita diabetes atau tekanan darah tinggi, konsultasikan dengan dokter Anda untuk memastikan kondisinya dikelola dengan baik. Dengan meminum obat sesuai resep dan mengikuti kebiasaan gaya hidup sehat.

“Diabetes adalah satu dari lima penyakit penyebab utama gangguan penglihatan di dunia. Hipertensi juga dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi. Termasuk katarak, distorsi visual, perdarahan abnormal. bahkan kebutaan," kata Dr. Ahua.

Jika Anda tidak memiliki masalah kesehatan ini, maka masalah penglihatan bisa diminimalisir dengan makan makanan yang sehat, olahraga teratur, mengelola stres, dan menjaga berat badan ideal.

Rutin mengontrol mata

Pemeriksaan mata lebih dari sekadar pemeriksaan untuk memastikan resep kacamata atau lensa kontak. Dokter mata juga melihat kesehatan mata untuk melihat tanda-tanda awal kemungkinan masalah.

"Beberapa perubahan mata tidak dapat dirasakan atau dirasakan sampai terjadi kerusakan parah. Evaluasi sangat penting untuk menentukan adanya kondisi seperti katarak, glaukoma, perubahan diabetes, kerusakan pada jaringan ginjal, perubahan makula dan adanya manifestasi penyakit mata lainnya," kata Dr. Ahua.

Konsumsi makanan sehat

Makan makanan yang tepat membantu menjaga tubuh Anda dalam kondisi optimal dari ujung rambut hingga ujung kaki, termasuk mata. 

"Masalah penglihatan bisa dipengaruhi oleh kekurangan vitamin," kata Dr. Ahua.

American Academy of Ophthalmology mengatakan Anda dapat mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia, katarak, dan mata kering dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C, vitamin E, Zinc, Lutein dan zeaxanthin.

Jalani kebiasaan hidup sehat

Selain konsumsi makanan sehat, memperhatikan olahraga, istirahat, dan tingkat stres juga membantu memiliki tubuh yang lebih sehat secara keseluruhan, termasuk mata.

Niatkan untuk berolahraga ringan setidaknya 30 menit setiap hari dalam seminggu, cobalah untuk tidur tujuh hingga delapan jam di malam hari, dan temukan strategi yang pas untuk membantu Anda mengendalikan rasa stres atau kecemasan.

Jangan merokok

Merokok meningkatkan risiko masalah kesehatan serius termasuk kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru, diabetes, dan masalah pernapasan kronis. Dan itu bisa berbahaya bagi mata Anda.

"Merokok dapat menyebabkan mata kering, meningkatkan perkembangan katarak, dan secara signifikan meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia," kata Dr. Ahua.