Qatar Siap Investasi Rp1,2 Triliun Bangun Hotel di Labuan Bajo

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkap bahwa Qatar telah berkomitmen untuk berinvestasi senilai 80 juta dolar AS atau setara Rp1,2 triliun (asumsi kurs dolar Rp15.100). Kata Erick, investasi tersebut untuk membangun hotel di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun investasi ini bagian dari program pemerintah menyukseskan penyelenggaraan ASEAN Summit 2023. Indonesia menjadi tuan rumah acara tersebut, dan Labuan Bajo terpilih menjadi tempat penyelenggaraan acara.

“Kemarin saya ke Doha, Qatar Ada komitmen investasi sebesar 80 juta dolar AS untuk di Labuan Bajo Bangun hotel. Nah jadi ke Qatar bukan nonton bola, tapi jualan BUMN juga, jualan investasi,” katanya kepada wartawan, ditulis Minggu, 15 Januari.

Kata Erick, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur di daerah-daerah tujuan wisata untuk menarik minat wisatawan. Namun, juga menggelar acara bertaraf internasional untuk mempromosikan daerah tersebut.

“Bapak presiden sudah memutuskan Labuan Bajo untuk ASEAN Summit. Jadi yang namanya destinasi pariwisata oleh Pak Presiden itu didorong tidak hanya hardware, infrastrukturnya, tapi softwarenya. Seperti misalnya ketika Bali dalam kondisi sulit, Bapak Presiden menghadiahkan G20 KTT, sehingga Bali tumbuh,” ucapnya.

Erick mengatakan pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo sempat tertunda karena pandemi COVID-19. Meski begitu, Erick optimistis ASEAN Summit di Labuan Bajo akan menumbuhkan investasi secara signifikan melalui pembangunan bandara dan pelabuhan.

“Nah Labuan Bajo, ini sempat tertunda karena ada COVID. Nah Pak Presiden mendorong lagi ASEAN Summit di Labuan Bajo supaya didorong investasi apakah airport-nya diperbaiki nanti, pelabuhan BUMN sudah buat di sana,” katanya.

Meski begitu, Erick berharap pembangunan infrastruktur tidak melulu berasal dari perusahaan pelat merah, tetapi juga dari pihak swasta.

“Jangan BUMN terus saya mengharapkan dari pihak pihak swasta untuk mendorong investasi di Labuan Bajo, seperti Bali,” ucapnya.