Pembasmi Serangga Tidak Bisa Bunuh Virus Corona

JAKARTA - Ada banyak cara untuk menghindari virus corona, namun menggunakan pembasmi serangga ke area tubuh bukanlah salah satunya.

Hal ini ditemukan Pyramid Product, perusahaan asal Inggris yang memproduksi pembasmi serangga melaporkan peningkatan pembelian produk pembasmi serangga lebih dari 1000 persen dalam waktu 24 jam.

Ternyata, penelitian terbaru yang dibuat oleh Kementerian Pertahanan di Inggris menyebut bahan yang digunakan dalam pembasmi serangga bernama Mosi-guard dapat membunuh virus COVID-19.

Melansir The Independent, Jumat, 28 Agustus, masyarakat yang mengetahui hal tersebut langsung membeli produk dari Pyramid Products 10 kali lebih banyak dari biasanya.

Namun sadar akan bahayanya, perusahaan tersebut membuat pernyataan resmi untuk meminta masyarakat berhenti menggunakan produk selain untuk membasmi serangga.

“Kami tidak tertarik dengan hasil dari penelitian yang tidak terbukti,” kata Alistair Cameron, direktur Scotmas Group yang menaungi Pyramid Products.

Menurut mereka, penelitian yang tidak dilakukan secara ilmiah dapat menghasilkan informasi yang keliru dan bisa menyalahgunakan usaha pihak kesehatan yang sedang berjuang melawan virus.

“Semua orang harus tetap menggunakan hand sanitizer yang terhitung lebih efektif (dibandingkan pembasmi serangga),” lanjutnya.

Ia juga berharap tren ini tidak diikuti oleh negara lain dan mereka bisa memperhatikan langkah yang lebih tepat dalam mencegah penularan droplet.

Setelah viralnya produk, Pyramid Products memutuskan untuk menghapus sementara produk.

Laboratorium Pertahanan Sains dan Teknologi di Inggris menyatakan pembasmi serangga dapat membunuh SARS-CoV-2, tetapi mereka menjelaskan kalau penelitian masih dalam tahap pendahuluan sehingga mereka berharap bisa informasi ini menjadi dasar untuk melanjutkan penelitian berikutnya.

Selain itu, tidak boleh menghirup obat nyamuk berupa semprot karena bisa menyebabkan sesak napas, muntah, batuk, bahkan kehilangan kesadaran.