JAKARTA – Chrome akan mengeluarkan lebih banyak peringatan ke para penggunanya mulai Oktober tahun depan. Peringatan ini akan muncul saat pengguna mengunjungi situs web publik tanpa koneksi HTTPS terenkripsi.
Saat ini is HTTPS, kependekan dari Hypertext Transfer Protocol Secure, merupakan standar enkripsi yang sangat penting. Enkripsi ini digunakan untuk membangun koneksi situs web yang aman sehingga tidak ada pihak ketiga yang berusaha mengintip informasi.
Google pun sengaja menerapkan kebijakan baru ini karena tingkat adopsi koneksi HTTPS telah mencapai 95 hingga 99 persen secara global. Tingkat adopsi yang tinggi ini mendorong Google untuk menerapkan mitigasi yang lebih kuat terhadap situs HTTP yang belum aman.
Sebelum menjadi peringatan standar bagi semua pengguna, Google berencana meluncurkan fiturnya dalam tahap awal. Fitur ini akan mulai diperluas pada April 2026 untuk pengguna yang mengaktifkan perlindungan Penjelajahan Aman yang Disempurnakan di Chrome.
"Sebelum mengaktifkannya secara default untuk semua pengguna, pada Chrome 147, yang akan dirilis pada April 2026, kami akan mengaktifkan Selalu Gunakan Koneksi Aman pada varian situs publiknya untuk lebih dari 1 miliar pengguna," kata Google, dikutip pada Kamis, 30 Oktober.
Google mencatat bahwa kontributor terbesar HTTP saat ini adalah situs web pribadi. Banyak situs web yang masih kesulitan dalam mendapatkan sertifikasi HTTPS. Meski navigasi HTTP ke situs pribadi berisiko, Google menganggapnya kurang berbahaya dibandingkan situs publik.
另请阅读:
Pasalnya, ada lebih sedikit cara bagi penyerang untuk memanfaatkan navigasi HTTP pada situs pribadi. Oleh karena itu, Google mendahulukan peringatan untuk kunjungan ke situs web publik tanpa koneksi HTTPS.
Pengguna tetap memiliki kontrol penuh karena mereka dapat menonaktifkan peringatan HTTP ini kapan pun. Pengguna dapat melakukannya dengan mematikan pengaturan Selalu Gunakan Koneksi Aman di Chrome.
"Ke depannya, kami berharap dapat terus mengurangi hambatan adopsi HTTPS, terutama untuk situs jaringan lokal. Upaya ini diharapkan akan memungkinkan perlindungan HTTP yang lebih kuat di masa mendatang," jelas Google.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)