JAKARTA - PT BYD Motor Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk menggarap pasar nasional, dengan tidak hanya meluncurkan produk baru saja di semua segmen, tapi juga membangun pabrik mandiri.

Tak seperti banyak merek China lainnya yang masih menumpang di pabrik Handal, BYD membangun pabrik mandiri di daerah Subang, Jawa Barat. Lantas bagaimana progresnya?

“Saat ini konstruksi masih dalam trek yang benar, masukan dan pendapat dari otoritas Pemerintah Indonesia sangat mendukung perkembangan pabrik kami,” kata Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, saat acara temu media di Sentul, Jawa Barat, Kamis, 11 Desember.

BYD sendiri menargetkan konstruksi pabrik baru itu sudah selesai pada akhir tahun 2025, dan Eagle Zhao, percaya diri bahwa BYD dapat menyelesaikan konstruksi di akhir tahun ini sesuai komitmen.

“Kami juga menargetkan untuk mulai produksi pada kuartal pertama tahun 2026,” tambahnya.

Pabrik tersebut akan berlokasi di Subang, Jawa Barat memiliki luas lebih dari 108 hektare ini akan merakit lokal banyak model yang sudah hadir di Indonesia, dan kapasitasnya mencapai 150.000 unit per tahun.

Seperti diketahui, saat ini BYD sudah memiliki berbagai model mobil listrik. Terbaru ada Atto 1 yang cukup menarik perhatian. Bahkan, mobil tersebut sempat merajai dengan penjualan mencapai 9.000 unit.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+