JAKARTA - Pemain depan Rafael Leao mencetak satu-satunya gol yang membawa AC Milan menang 1-0 lawan Lazio di pertandingan Serie A Italia di Stadion San Siro, Milan, Minggu, 30 November 2025 dini hari WIB. Kemenangan di laga kontroversial itu menjadikan Milan ke puncak klasemen.

Tak perlu menunggu big match AS Roma melawan Napoli yang digelar di Stadion Olimpico, Senin, 1 Desember 2025 dini hari WIB. Milan sudah lebih dulu menduduki takhta klasemen yang sebelumnya dikuasai Roma setelah memetik dua kemenangan berturut-turut.

Sebelumnya Milan sukses menaklukkan rival satu kota, Inter Milan, juga dengan skor 1-0 dalam Derby della Madonnina pekan lalu. Tren positif Rossoneri berlanjut saat mereka bertindak sebagai tuan rumah.

Bahkan tim asuhan Massimiliano Allegri ini kembali menang 1-0 atas Lazio yang membawa mereka ke puncak setelah mengantungi poin 28.

Unggul satu poin dengan Roma yang turun ke peringkat dua. Sedangkan Napoli yang menempati posisi tiga memiliki poin 25. Roma dan Napoli sama-sama berpeluang merebut kembali takhta klasemen bila mereka saling mengalahkan dalam big match di Olimpico.

Bagi Lazio, kekalahan itu tak mengubah posisi mereka yang berada di papan tengah. Tim asuhan Maurizio Sarri ini menduduki peringkat delapan dengan mengantungi poin 18.

Laga Milan melawan Lazio sendiri berlangsung cukup kontroversial, terutama saat bek Strahinja Pavlovic dinilai handball saat memblok tendangan voli Alessio Romagnoli di injury time.

Wasit sesungguhnya membiarkan insiden itu karena lengan Pavlovic dinilai tak sengaja menyentuh bola. Namun pemain Lazio kemudian melakukan protes yang menjadikan wasit Giuseppe Collu meninjau insiden itu lewat VAR.

Tak hanya itu, Allegri dan asisten pelatih Lazio Marco Ianni sempat adu mulut dalam proses tinjauan VAR. Buntutnya, Collu memberikan kartu merah kepada mereka. 

Wasit juga mengeluarkan keputusan aneh setelah mencermati tayangan ulang kejadian handball pemain Milan itu. Collu tetap tak mempermasalahkan insiden Pavlovic.

Sebaliknya, pelanggaran yang dilakukan Pavlovic terhadap Adam Marusic menit sebelumnya yang menjadi sorotan wasit. Collu pun memberikan tendangan bebas di luar kotak penalti yang menjadikan pemain Lazio kecewa dan yang lain tertawa dengan keputusan itu.

“Situasinya memang sedikit kacau di menit terakhir. Tak mudah bagi wasit mengambil keputusan setelah diminta untuk meninjau kejadian lewat VAR,” kata Allegri yang menyatakan dirinya tidak melakukan provokasi terhadap wasit.

“Wasit itu pula yang memimpin pertandingan kami saat kalah lawan Cremonese di laga pertama liga. Dia memang mengeluarkan saya. Tetapi dalam situasi kacau, dia harus mengambil keputusan. Saya sendiri sesungguhnya tidak bermaksud melakukan provokasi terhadap dia,” ucap dia kepada Football Italia.

Pertandingan memang berjalan ketat dan sengit. Lazio sudah nyaris membobol gawang Milan saat laga baru berjalan satu menit.

Namun sundulan Mario Gila secara gemilang berhasil ditepis kiper Mike Maignan. Selanjutnya, Maignan kembali melakukan penyelamatan mengesankan saat menggagalkan peluang Mattia Zaccagni. 

Milan baru bisa memecah kebuntuan di babak kedua. Leao yang menerima assist dari Fikayo Tomori berhasil mengonversinya menjadi gol di menit 51. Milan unggul 1-0 dan skor itu bertahan hingga laga usai.

“Pertandingan itu sendiri berjalan ketat. Kami mengalami kesulitan saat mengawali laga karena Lazio menekan kami. Mereka juga bisa menjaga tempo permainan dan selalu bisa menutup umpan-umpan kami. Bila sedikit saja melakukan kesalahan, Anda bakal kalah,” ucap Allegri.

“Di babak kedua, kami menaikkan tempo permainan. Ini menjadikan kami punya peluang mencetak gol,” ujarnya.

Milan dan Lazio akan kembali bertemu di Coppa Italia. Laga itu sendiri akan digelar pertengahan pekan ini dan Lazio yang bertindak sebagai tuan rumah.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)