JAKARTA - Manajer Chelsea, Enzo Maresca, menuduh Liam Delap egois setelah menerima kartu merah yang menurutnya bodoh dan memalukan dalam kemenangan 4-3 atas Wolverhampton Wanderers di Carabao Cup, Kamis, 30 Oktober 2025, dini hari WIB.
Delap diusir keluar lapangan dalam kemenangan 4-3 di Molineux setelah menerima dua kartu kuning dalam tujuh menit setelah masuk sebagai pemain pengganti untuk penampilan pertamanya sejak Agustus 2025.
Kartu kuning pertama diberikan karena bentrok dengan Yerson Mosquera hingga terjatuh. Kartu kuning kedua diberikan setelah tekel yang sembrono terhadap Emmanuel Agbadou.
Itu ialah kartu merah keenam Chelsea dalam sembilan pertandingan musim ini. Maresca tidak senang dengan strikernya, yang kini akan absen pada pertandingan akhir pekan melawan Tottenham Hotspur.
另请阅读:
"Hari ini kami menerima kartu merah yang sangat bodoh, itu sama sekali tidak perlu, itu benar-benar pelanggaran bodoh, kita bisa menghindarinya."
"Saya sepenuhnya mendukung dan memahami kartu merah seperti melawan Brighton dan Manchester United, itu sulit."
"Namun, kartu merah melawan Nottingham dan kartu merah hari ini, kita bisa menghindarinya dan kita harus menghindarinya."
"Memalukan ketika kartu merah seperti hari ini. Memalukan. Dua kartu kuning dalam tujuh menit. Keduanya, saya pikir, bisa kita hindari."
"Setelah kartu kuning pertama, saya sudah empat atau lima kali mengatakan kepadanya untuk tetap tenang."
"Namun, dia tetaplah seorang pemain ketika berada di dalam lapangan. Mungkin dia bermain untuk dirinya sendiri. Dia kesulitan untuk menyadari dan mendengarkan orang-orang di sekitarnya," kata Maresca.
Kartu merah tersebut merusak suasana pertandingan yang menghibur di mana Chelsea berhasil menahan perlawanan sengit Wolves di babak kedua.
Gol-gol dari Andrey Santos, Tyrique George, dan Estevao memberi klub London itu keunggulan 3-0 di babak pertama. Musim yang menyedihkan bagi Wolves tampaknya akan mencapai titik terendah.
Namun, babak kedua berjalan berbeda. Tolu Arokodare serta David Moller Wolfe berhasil menekan Chelsea, tetapi gol Jamie Gittens pada menit ke-90 tampaknya memastikan kemenangan Chelsea.
Namun, Wolfe mencetak gol keduanya beberapa saat kemudian saat Wolves terus menekan, tetapi mereka tidak dapat mencetak gol penyeimbang dan Chelsea berhasil lolos ke perempat final.
Sementara itu, Manajer Wolves, Vitor Pereira, berdebat dengan para suporter setelah kekalahan Liga Inggris pada Sabtu, 25 Oktober 2025, dari Burnley, tetapi timnya justru mendapat sorakan.
Pereira, yang masih berada di bawah tekanan saat para suporter meneriakkan agar ia dipecat saat tertinggal 0-3, mengatakan ia yakin penampilan di babak kedua dapat menjadi cetak biru bagi Wolves untuk berkembang.
"Kami menunjukkan kepada diri kami dan para suporter bahwa bersama-sama kami bisa melakukannya lagi."
"Kami hanya butuh kemenangan untuk percaya dan untuk terus melaju. Itu jelas terlihat di babak kedua."
"Musim ini, kami terus berjuang dan berjuang. Tentu saja, kami perlu mengantisipasi babak kedua dan memahami apa yang bisa kami lakukan."
"Inilah yang bisa kami lakukan di liga ini. Kami bisa bersaing dengan Chelsea. Kami bisa bersaing dengan tim mana pun."
"Jika kami bermain seperti ini, kami bisa bersaing dengan mereka, dengan percaya diri, dengan energi, dengan energi para suporter kami."
"Kami bisa melakukannya. Kami klub kecil, tapi kami bisa melakukannya bersama," ujar Pereira.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)