JAKARTA - Iran akan membuka kembali Selat Hormuz setelah Amerika Serikat berhenti mencampuri urusan jalur air tersebut, kata Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

"Satu-satunya cara agar Selat Hormuz dibuka kembali untuk lalu lintas kapal adalah dengan mengakhiri intervensi tentara Amerika yang menginvasi selat ini, dan dengan menunjukkan penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara atas perairan pesisir mereka sendiri," kata IRGC dikutip kantor berita Mehr sebagaimana dilansir ANTARA dari Sputnik, Senin, 13 Juli.

IRGC memperingatkan campur tangan yang berkelanjutan akan menyebabkan konsekuensi yang lebih besar bagi perdagangan minyak dan gas global.

Amerika Serikat telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran sejak 8 Juli.

Komando Pusat AS mengklaim serangan tersebut sebagai tanggapan atas campur tangan Iran terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Iran menanggapi dengan serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+