JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tiga wilayah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam dua hari terakhir telah dipadamkan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan kejadian pertama terjadi di Desa Empas, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Minggu 26 April siang.

"Lahan seluas 1,5 hektare terdampak dalam kejadian tersebut. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan yang dipimpin BPBD setempat dan dilaporkan tidak ada korban jiwa," kata dia di Jakarta, Senin, disitat Antara.

Pada hari yang sama, karhutla juga melanda Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) sempat mengalami kendala saat proses pemadaman.

"Kondisi semak belukar yang rimbun, ilalang kering, serta tiupan angin kencang di lokasi sempat menyulitkan petugas. Namun, lahan seluas satu hektare yang terbakar tersebut akhirnya berhasil dipadamkan pada hari itu juga," katanya.

Di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kebakaran lahan seluas 4,3 hektare yang terjadi sejak Sabtu 25 April di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, juga telah dinyatakan padam pada Minggu 26 April.

Meskipun sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem, BNPB mengingatkan pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi karhutla.

Berdasarkan pantauan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah per Senin ini, wilayah Sumatera Utara, Papua, dan Papua Selatan masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

"Pencegahan dini merupakan langkah paling efektif untuk menghindari meluasnya area yang terbakar. Kami meminta partisipasi aktif warga untuk menjaga hutan dan melakukan patroli bersama aparat desa," kata Abdul Muhari.

Ia menekankan pengendalian karhutla bergantung pada kecepatan respons di tingkat tapak agar lokasi api tidak berkembang menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)