JAKARTA - Penyeberangan Rafah di perbatasan antara Jalur Gaza, Palestina dengan Mesir telah dibuka kembali sebagai bagian dari "operasi percontohan" setelah hampir dua tahun ditutup.
"Penyeberangan Rafah telah dibuka dalam operasi percontohan," lapor media Israel harian Yedioth Ahronoth, dilansir dari Anadolu (2/2).
"Menurut perkiraan, pergerakan orang akan benar-benar dimulai besok (Senin) di kedua arah, dengan sekitar 150 orang diperkirakan akan meninggalkan Jalur Gaza setiap hari, dibandingkan dengan sekitar 50 orang yang akan kembali ke sana," tambahnya.
Surat kabar itu mengatakan, warga Palestina yang meninggalkan Gaza selama perang Israel hanya akan diizinkan untuk kembali ke wilayah tersebut melalui terminal.
"Israel akan memantau pekerjaan di terminal dari jarak jauh menggunakan peralatan pengawasan, bukan langsung oleh tentara Israel," tambahnya.
Harian itu mengatakan Mesir akan mengirimkan daftar harian orang-orang yang akan menyeberangi perbatasan di kedua arah selama 24 jam ke depan kepada Israel.
Israel "akan mengizinkan sejumlah kecil warga Palestina yang terluka untuk meninggalkan perbatasan jika mereka mau, dan pada prinsipnya, semua yang pergi akan diizinkan untuk kembali," tambah surat kabar itu.
Sementara itu, media Pemerintah Mesir Al-Qahera melaporkan, Kairo akan mulai memindahkan pasien Palestina dari Jalur Gaza ke rumah sakit Mesir melalui perbatasan Rafah pada Hari Senin untuk menerima perawatan medis.
Ambulans dikerahkan dalam jumlah besar di sisi Mesir dari perbatasan sebagai persiapan untuk menerima pasien dari Gaza, karena rumah sakit di seluruh Mesir meningkatkan langkah-langkah kesiapan, tambah saluran tersebut.
Lebih jauh saluran tersebut mengatakan, rumah sakit Mesir dalam keadaan siaga tinggi untuk menerima pasien Palestina. Dikatakan, proses pemindahan akan dilakukan di bawah mekanisme yang disepakati, menambahkan sisi Palestina dari perbatasan Rafah akan secara resmi dioperasikan pada Hari Senin.
Kementerian Kesehatan Mesir telah mengirimkan pasokan dan peralatan medis untuk melakukan pemeriksaan yang diperlukan bagi pasien yang datang dari Gaza, kata laporan itu.
Ditambahkan, sisi Mesir dari penyeberangan Rafah tetap terbuka 24 jam sehari dan beroperasi penuh untuk memfasilitasi transfer.
另请阅读:
Tidak ada pernyataan resmi yang segera dikeluarkan oleh otoritas Israel, Mesir, atau Palestina mengenai laporan tersebut.
Sebagai jalur vital untuk bantuan kemanusiaan, Israel merebut penyeberangan Rafah pada Mei 2024, hampir sembilan bulan setelah perang brutal Tel Aviv di Jalur Gaza.
Semula, Rafah dijadwalkan untuk dibuka kembali pada Bulan Oktober di bawah fase pertama kesepakatan gencatan senjata. Tetapi, Israel menolak untuk melakukannya sampai mereka menerima sisa tawanan terakhir mereka di Gaza, yang terwujud pekan lalu.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)