JAKARTA - Israel mengklaim menargetkan komandan hingga fasilitas terowongan kelompok Hamas, saat serangannya di Jalur Gaza menewaskan 104 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan.

Israel Defense Forces (IDF) mengatakan serangannya ke Jalur Gaza merupakan tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok teror tersebut.

Di antara mereka yang dipastikan tewas dalam serangan tersebut terdapat beberapa orang yang berpartisipasi dalam serangan 7 Oktober 2023, menurut IDF, melansir The Times of Israel 29 Oktober.

Militer mengatakan serangannya menargetkan puluhan anggota kelompok militan, termasuk dua komandan setingkat batalion, dua wakil komandan batalion, dan 16 komandan kompi di Hamas dan kelompok militan lainnya.

Serangan tersebut juga menargetkan pos pengamatan, lokasi produksi senjata, lokasi peluncuran roket, dan terowongan, menurut IDF.

Militer mengatakan belum dapat memastikan apakah komandan Hamas yang menjadi targetnya tewas dalam serangan tersebut.

Namun, IDF menyebutkan beberapa militan yang dikatakan menyusup ke Israel pada 7 Oktober dan tewas dalam serangan tersebut pada hari terakhir.

Mereka termasuk: Muhammad Issa, seorang komandan peleton di Pasukan Nukhba Hamas; Fawaz Uwayda, seorang komandan sel Pasukan Nukhba; Muhammad Abu Shari’a dan Nidal Abu Shari’a, keduanya anggota kelompok teror Brigade Mujahidin; dan Hatem Maher Mousa Qudra, komandan kompi Pasukan Nukhba yang memimpin serangan terhadap Kibbutz Ein Hashlosha pada tanggal 7 Oktober.

Sebelumnya, Israel melancarkan serangan udara di Gaza pada Selasa malam, mengatakan mereka bertindak setelah serangan oleh militan Palestina menewaskan seorang tentara, dalam tantangan terbaru terhadap gencatan senjata yang sudah rapuh.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 46 anak-anak dan 20 perempuan termasuk di antara 104 orang yang tewas dalam serangan udara Israel sejak Selasa, dikutip dari Reuters.

Militer Israel dalam unggahannya di media sosial X mengatakan, IDF dan Shin Bet akan terus bertindak tegas untuk menghilangkan ancaman terhadap Israel.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+