JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menghadiri pemusnahan 214,84 ton barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan tidak ikut campur terkait kinerja dan internal Polri. 

Presiden mulanya mengapresiasi Polri yang berhasil mengungkap 49.306 kasus narkoba selama satu tahun pemerintahannya. Serta berhasil menyita barang bukti narkoba seberat 214,84 ton narkoba berbagai jenis senilai Rp29,37 triliun. 

Presiden juga memuji keberhasilan Polri yang mengidentifikasi 228 kampung narkoba di seluruh Indonesia, dengan 118 diantaranya telah berhasil ditransformasi menjadi kampung bebas dari narkoba.  

"Dalam acara yang sangat penting yaitu pemusnahan barang bukti narkoba hasil bekerjanya Polri selama 1 tahun Oktober 2024 sampai Oktober 2025 yang berhasil mereka rebut 214,8 ton yang nilai uangnya adalah Rp29,37 triliun dan bila tidak berhasil mereka cegah atau mereka sita mereka tangkap itu bisa digunakan oleh 629 juta manusia, berarti lebih dari dua kali bangsa Indonesia hampir dua kali," ujar Prabowo di Mabes Polri, Rabu, 29 Oktober.  

Prabowo menyadari ancaman narkoba tidak kalah bahaya dengan ancaman militer. Sebab narkoba bisa merusak masa depan bangsa. 

Prabowo mengatakan telah meminta tiga hal kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yakni pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi online.

Prabowo lantas menyinggung bahwa dirinya tidak pernah ikut campur dan mengintervensi kinerja Polri. 

"Di awal saya hormati anda, saya tidak cawe-cawe, saya tidak titip satupun pejabat, benar Kapolri? Ya kalau mantan saya ada polisi yang dulu ngawal saya, ya tolonglah masuk secaba masa iya kan itu sah boleh dong, saya titip ini Bintara baik ya jadikanlah perwira secaba, dari ratusan ribu aku titip 2-3 orang ya kan, mantan pengawal saya ada motoris saya polisi. Saya mempertaruhkan nyawa loh motoris-motoris itu, mempertaruhkan nyawa," kata Prabowo. 

"Aku tuh di mobil aku lihat hujan deras dia pertaruhkan nyawa dia, jadi ya sayang aku lah tapi itu sah, bener nggak ayo jenderal-jenderal menteri-menteri juga nitip-nitip kan 1-2 orang boleh, tapi saya nggak ada nih keponakan saya tolong jadiin nggak ada, ndak tanggung jawab karena saya minta cuman tiga, karena saya tadi fokus tadi," lanjutnya. 

Prabowo mengatakan polisi memiliki tugas untuk menertibkan. Sehingga ia memahami apabila Polri kerap dikritik. Ia juga tahu ada polisi yang nakal, namun tidak semua polisi buruk.  

"Saya ini orangnya nggak suka basa-basi, polisi selalu dijelek-jelekkan, selalu dimaki-maki di mana seluruh dunia karena memang tugasnya menertibkan. Saya juga waktu muda dulu bukan sekarang kalau lampu merah ada polisi nggak, Jeung (menerobos lalu lintas), salah saya ngaku, saya nggak benar polisi itu tugasnya menertibkan, priit, kita salah, kita dongkol. Macam macam-macam polisi kok ngumpet di gelap-gelap kita salah, iya kan berarti kau hanya mau tertib. Kalau kau dilihat nah ini nggak benar kemudian pastilah dalam korps ratusan ribu ada yang nggak benar," ungkapnya. 

"Saya mantan panglima saya tahu anak buah saya ada yang nakal, ada yang brengsek ya sudah itu tugas. Saya ambil contoh begini kalau ada sekolah muridnya ada yang tawuran apa sekolahnya salah apa guru-guru semuanya salah, ini anak memang ya bandel ya harus ditindak dan saya kira institusi-institusi kita polisi tentara kejaksaan semua tidak ragu-ragu menindak anggotanya yang tidak tertib saya percaya itu," pungkas Prabowo.

 


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+