JAKARTA - Prajurit TNI AD dari Yonif 848/Satria Pandya Cakti (Spc) berhasil mengagalkan dan mengamankan pelaku begal sekaligus tabrak lari di ruas Tol Kebon Jeruk KM 5, Jakarta Barat, pada Selasa siang.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan, dua orang pelaku berhasil diamankan berikut sejumlah barang bukti hasil tindak kejahatan.
Dijelaskan Kadispenad, peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB ketika rombongan Pergeseran Pasukan (Serpas) yang dipimpin Komandan Yonif 848/Spc Letkol Inf Dewa Gede Mahendra melintas di jalur tol. Dalam kesempatan itu, terlihat mobil Daihatsu Luxio berwarna silver yang melaju ugal-ugalan serta menabrak beberapa kendaraan lain.
Berdasarkan informasi masyarakat, kendaraan tersebut diketahui terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan dan berusaha melarikan diri melalui jalur tol.
Melihat hal itu, para prajurit Yonif 848/Spc segera melakukan tindakan cepat dengan melakukan koordinasi dan pengejaran.
Dengan langkah taktis, kendaraan pelaku berhasil dihentikan di KM 5 Tol Kebon Jeruk dan dua orang pelaku berhasil diamankan.
Dari hasil pemeriksaan di tempat, ditemukan tiga unit sepeda motor hasil curian, terdiri dari satu unit Honda Vario dan dua unit Honda Beat, senjata tajam yang diduga digunakan untuk mengancam korban, tiga unit telepon genggam dan kendaraan Daihatsu Luxio yang digunakan pelaku untuk melarikan diri.
Tindakan cepat para prajurit Yonif itu merupakan bentuk refleks profesional untuk menjaga keamanan masyarakat di sekitar mereka berada, kata Kadispenad.
"Begitu situasi berhasil dikendalikan, kedua pelaku beserta seluruh barang bukti langsung diserahkan kepada Polsek Kembangan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami telah menerima laporan resmi dari satuan di lapangan dan memastikan seluruh tindakan prajurit dilakukan sesuai prosedur serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian," jelas Brigjen TNI Wahyu.
另请阅读:
Kadispenad menambahkan, TNI AD memberikan apresiasi atas kesigapan prajurit Yonif 848/Spc dalam merespons situasi darurat tersebut.
"Aksi spontan dan terukur itu menunjukkan prajurit TNI AD selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas operasi, tetapi juga ketika melihat adanya ancaman terhadap keselamatan rakyat," tandasnya.
Diketahui, penanganan lebih lanjut peristiwa ini diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukumnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)