JAKARTA - Olahraga kala pandemi COVID-19 bisa meningkatkan daya tahan tubuh, meski dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Tapi olahraga seperti balap lari hingga menutup jalan, bisa berdampak mengganggu pengguna jalan.

Belakangan ramai dibagikan di media sosial, balap lari di wilayah Graha Raya, Tangerang. Polisi pun turun tangan menangani balap liar ini karena awalnya mengira ada kelompok anak muda balap liar motor. 

“Balapan lari diadakan komunitas lari,” kata Kasat Lantas Polres Tangerang Kota, Kompol Jamal Alam kepada wartawan, Jumat, 10 September.

Balap lari di tengah jalan ini terjadi pada Rabu, 9 September dini hari. Dari video yang tersebar, ada dua orang anak muda yang berlomba lari di tengah jalan sementara di sisi kanan dan kiri sekelompok orang berkerumun. 

Para penonton ini berteriak seolah menyemangati ‘peserta’ lomba lari sekaligus mengabadikan dengan telepon genggam.

“Jarak lari sekitar 50 meter, lari sprint/ lari cepat,” kata Kompol Jamal.

Jumlah penonton balap lari di Graha Raya, Tangerang, ini sekitar 100 orang. Mereka yang ada di lokasi kemudian dibubarkan anggota Polsek Cipondoh.

Usai kejadian ini, polisi menggiatkan patroli di Graha Raya dan kawasan sekitarnya. Pencegahan balap liar atau kegiatan yang dapat mengganggu masyarakat diprioritaskan polisi.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)