JAKARTA - Momen bulan madu yang seharusnya penuh kebahagiaan malah berubah menjadi pengalaman tak terlupakan bagi pasangan pengantin baru asal Bandung.

Baru satu minggu menikah, sang istri mendadak harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena mengalami kondisi medis yang disebut honeymoon cystitis. Kisah ini menjadi viral setelah dibagikan oleh akun TikTok @dian_salma00.

Honeymoon cystitis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut infeksi saluran kemih (ISK) yang muncul setelah melakukan hubungan intim, terutama pada perempuan yang baru menikah atau baru memulai aktivitas seksual lebih intens.

"Honeymoon cystitis adalah bentuk infeksi saluran kemih yang sering terjadi setelah aktivitas seksual, terutama pada perempuan. Hal ini disebabkan oleh masuknya bakteri ke dalam uretra yang kemudian berkembang biak di saluran kemih," ujar Prof. Dr. Emin Özbek, seorang profesor dan dokter spesialis urologi asal Turki, dikutip dari laman resmi Prof. Dr Emin Özbek.

Kondisi ini biasanya muncul pada masa awal pernikahan atau setelah periode tidak melakukan hubungan seksual dalam waktu lama.

Penyebab dan Faktor Risiko

Beberapa faktor pemicu terjadinya honeymoon cystitis, antara lain:

- Perpindahan bakteri dari area genital atau anus ke uretra saat hubungan intim.

- Struktur anatomi perempuan yang memiliki uretra lebih pendek dibanding laki-laki.

- Penggunaan kontrasepsi tertentu, seperti spermisida atau diafragma.

- Kurang minum air sehingga aliran urine tidak dapat mengeluarkan bakteri.

- Tidak buang air kecil sebelum atau setelah berhubungan intim.

- Riwayat pernah mengalami infeksi saluran kemih sebelumnya.

Gejala

Seseorang yang mengalami honeymoon cystitis biasanya menunjukkan gejala:

- Sering ingin buang air kecil

- Rasa perih atau terbakar saat buang air kecil

- Nyeri pada bagian bawah perut atau panggul

- Urine keruh dan berbau kuat

- Terkadang disertai demam jika infeksi lebih parah

- Dalam beberapa kasus, urine dapat bercampur darah

Jika gejala semakin berat, infeksi dapat menyebar sampai ke ginjal.

Cara Diagnosis

Untuk memastikan kondisi ini, dokter biasanya akan:

- Menanyakan riwayat gejala dan aktivitas seksual

Melakukan pemeriksaan fisik

- Melakukan tes urine (urinalisis)

- Jika perlu, melakukan kultur urine untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi

Penanganan dan Pengobatan

Honeymoon cystitis dapat diobati dengan:

- Antibiotik sesuai resep dokter

- Minum air dalam jumlah cukup

- Obat pereda nyeri bila diperlukan

Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai aturan, walaupun gejala sudah membaik, agar infeksi tidak kambuh atau menjadi resisten.

Pencegahan

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

- Minum air putih yang cukup

- Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim

- Menjaga kebersihan area genital

- Hindari penggunaan produk pembersih kewanitaan yang mengandung pewangi

- Gunakan pelumas jika mengalami vagina kering untuk mengurangi gesekan

- Hindari spermisida jika sensitif

Jika kondisi sering berulang, konsultasikan dengan dokter untuk kemungkinan terapi pencegahan.

Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Dengan penanganan yang tepat, honeymoon cystitis biasanya dapat sembuh dengan cepat. Namun bila dibiarkan tanpa pengobatan, infeksi bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi ginjal (pielonefritis) hingga sepsis.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+