JAKARTA - Setiap ton bijih mengandung mineral berharga—tetapi tidak setiap partikel mineral dapat dipulihkan.

Bagi industri pertambangan, peningkatan kecil dalam pemulihan mineral dapat menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan sekaligus memastikan penggunaan sumber daya alam yang terbatas secara lebih efisien. Seiring dengan semakin kompleksnya badan bijih dan meningkatnya ekspektasi keberlanjutan, memaksimalkan pemulihan setiap mineral berharga telah menjadi salah satu tantangan terpenting industri ini.

Untuk mengatasi tantangan ini, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan pertambangan tembaga dan emas terbesar di Indonesia, telah mengembangkan Artificial Intelligence Dashboard Automation (AIDA)—sistem pendukung keputusan berbasis AI yang membantu mengoptimalkan pemulihan mineral di seluruh operasi pengolahannya.

Pemulihan mineral yang lebih tinggi tidak hanya menciptakan nilai yang lebih besar dari setiap ton bijih yang diproses, tetapi juga memperkuat konservasi mineral dengan mengurangi jumlah logam berharga yang hilang ke dalam tailing. Dengan demikian, AIDA mendukung komitmen AMMAN terhadap pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab sekaligus meningkatkan kinerja operasional.

Mengubah Data 25 Tahun Menjadi Keputusan yang Lebih Cerdas

Di balik AIDA terdapat lebih dari 25 tahun pengetahuan operasional.

Dengan menggunakan jutaan titik data historis dan waktu nyata, AMMAN telah membangun sistem pendukung keputusan cerdas yang mampu menganalisis kondisi pabrik secara terus-menerus dan merekomendasikan parameter operasi optimal untuk memaksimalkan pemulihan.

Inti dari sistem ini adalah Set Point Optimizer, fitur berbasis AI yang merekomendasikan penyesuaian variabel proses kritis—termasuk dosis reagen dan laju aliran air—untuk membantu operator mencapai kinerja metalurgi terbaik.

Daripada menafsirkan ribuan variabel proses yang terus berubah secara manual, para ahli metalurgi kini dapat fokus pada validasi rekomendasi yang dihasilkan AI dan membuat keputusan operasional yang lebih cepat dan lebih tepat.

Seperti sistem navigasi canggih yang membantu pilot mengidentifikasi jalur penerbangan paling efisien dalam kondisi cuaca yang berubah, AIDA memungkinkan operator pabrik untuk merespons dengan cepat terhadap kondisi operasi yang dinamis sambil mempertahankan kinerja proses yang optimal.

Yang penting, AIDA dirancang untuk melengkapi—bukan menggantikan—keahlian manusia.

Setiap empat jam, tim operasional dan metalurgi meninjau rekomendasi sistem bersama-sama, menggabungkan wawasan berbasis AI dengan pengalaman operasional selama puluhan tahun sebelum menerapkan penyesuaian di pabrik. Kolaborasi erat antara teknologi dan manusia inilah yang membuat sistem ini efektif.

Kartika Octaviana, Wakil Presiden Komunikasi Korporat di AMMAN, mengatakan AIDA mencerminkan komitmen yang lebih luas dari Perusahaan untuk memanfaatkan inovasi digital guna membangun operasi pertambangan yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan.

"AIDA merupakan cerminan dari budaya peningkatan berkelanjutan AMMAN. Melalui transformasi digital, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperkuat komitmen kami terhadap konservasi mineral. Nilai sebenarnya dari inisiatif ini terletak pada kombinasi teknologi canggih dan keahlian orang-orang kami. Ketika data, inovasi, dan pengalaman bersatu,

mereka memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan hasil yang lebih baik," kata Kartika.

Memberikan Dampak yang Terukur

Pengembangan AIDA membutuhkan lebih dari sekadar membangun model AI. AMMAN juga meninjau dan mengoptimalkan seluruh alur kerja pengolahan mineralnya untuk memastikan bahwa sensor, instrumentasi, dan sistem pengumpulan data memberikan informasi yang akurat, andal, dan berkualitas tinggi untuk dianalisis oleh AI.

Investasi tersebut telah memberikan hasil yang nyata.

Dengan menggabungkan peningkatan proses dengan optimasi berbasis AI, AMMAN telah meningkatkan perolehan mineral sekitar 2,5 persen—sebuah pencapaian luar biasa untuk operasi seperti Batu Hijau, di mana tingkat perolehan sudah termasuk yang tertinggi di industri ini.

Dalam operasi pertambangan skala besar, peningkatan hanya beberapa poin persentase dalam perolehan mineral dapat diterjemahkan menjadi pemanfaatan sumber daya yang jauh lebih besar sekaligus secara signifikan mengurangi jumlah logam berharga yang tersisa di tailing. Ini adalah demonstrasi yang jelas bahwa inovasi digital dapat menciptakan nilai ekonomi dan lingkungan.

Melalui AIDA, AMMAN mendefinisikan ulang bagaimana teknologi mendukung pertambangan yang bertanggung jawab. Dengan menggabungkan kecerdasan buatan dengan keahlian manusia, Perusahaan memaksimalkan nilai sumber daya mineral Indonesia sekaligus memajukan masa depan yang lebih efisien, lebih berkelanjutan, dan semakin cerdas bagi industri pertambangan.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+