YOGYAKARTA – Dalam dunia saham, istilah volatilitas sering digunakan. Apa itu volatilitas dalam investasi saham bisa berkaitan erat dengan harga atau fluktuasi pasar saham. Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana pengertian volatilitas dan penggunaannya dalam dunia saham.

Mengenal Apa Itu Volatilitas

Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, volatilitas diartikan sebagai besaran jarak naik turun (fluktuasi) harga saham, valas, dan sebagainya. Pengertian tersebut sejalan dengan apa yang dijelaskan dalam situs Investopedia. Dikatakan bahwa di pasar sekuritas, volatilitas berhubungan erat dengan kondisi harga saham yang fluktuatif secara signifikan. Fluktuasi yang dimaksud bisa naik atau turun. Artinya saham yang mengalami pergerakan saham secara signifikan berarti bersifa volatil.

Saat harga saham mengalami volatilitas, artinya sedang ada ketidakpastian di pasar saham. Kondisi itu tentu akan memicu kewaspadaan bagi para investor saham, terutama yang mencari keuntungan dengan cara trading.

Faktor yang Mempengaruhi Volatilitas​ dalam Saham

Volatilitas terjadi bukan tanpa alasan. Ada banyak faktor yang ikut mempengaruhi tingkat volatilitas suatu saham yakni sebagai berikut.

  • Pertumbuhan ekonomi

Salah satu faktor yang memicu volatilitas adalah pertumbuhan ekonomi suatu wilayah; apakah cepat atau lambat. Saat ekonomi melambat, biasanya fluktuasi akan sangat terasa signifikan.

  • Kebijakan pemerintah

Faktor kebijakan pemerintah juga kerap kali berpengaruh pada volatilitas saham. Kebijakan ini mencakup Kebijakan fiskal, moneter, atau terkait perpajakan.

  • Ketidakpastian politik

Pergantian pemerintahan juga ikut menyumbang volatilitas pasar saham. Ketidakpastian politik ini biasanya terjadi saat pemilihan presiden.

  • Kinerja perusahaan

Kinerja perusahaan sangat berkaitan erat dengan harga saham. Jika kinerja tercatat buruk atau merugi, investor tentu akan berpikir ulang untuk menyimpan saham. Sebaliknya, jika kinerja baik tentu harga saham akan naik.

  • Sentimen pasar

Sentimen pasar punya pengaruh cukup besar terhadap volatilitas. Menariknya lagi, sentimen pasar bisa dipicu oleh banyak hal salah satunya pemberitaan media. Saat sentimen pasar negatif, investor akan ramai-ramai meninggalkan saham suatu perusahaan.

Tips Menghadapi Volatilitas dalam Pasar Modal

Volatilitas pada pasar modal seringkali dikaitkan dengan risiko kerugian yang akan ditanggung oleh investor. Meski begitu bukan berarti kondisi tersebut tidak bisa dihadapi. Ada beberapa tips menghadapi volatilitas dalam pasar modal yakni sebagai berikut.

  • Diversifikasi portofolio

Sebagagai investor, Anda perlu mempertimbangkan penyebaran aset untuk mengurangi risiko besar yang mungkin diterima dari satu sumber investasi. Pertimbangkan untuk memiliki berbagai jenis aset seperti saham, obligasi, reksa dana, emas, dan sebagainya.

  • Hindari pergerakan jangka pendek

Kadangkala volatilitas pada pasar modal memicu kepanikan para investor. Sangat disarankan untuk fokus investasi jangka panjang. Jangan tergoda melakukan pembelian atau penjualan saham jangka pendek.

Itulah informasi terkait apa itu volatilitas. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)