JAKARTA - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengatakan, pihaknya bersama Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) sudah menyiapkan early warning system demi memitigasi bencana jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Diana bilang, early warning system itu akan ditaruh di papan-papan pengumuman jalan tol, yang mana ruas tersebut diprediksi akan dilalui banyak pengguna jalan.

"Ya, kalau antisipasi PU terus terang saja untuk early warning system-nya. Kami sudah bersama-sama dengan BMKG terus mendapatkan informasi terkait dengan curah hujan setiap hari, arah angin, musim hujan dan sebagainya. Nah, itu yang terus-menerus kami taruh di papan yang di jalan tol itu, lho," ucap Diana di kantornya, dikutip Kamis, 30 Oktober.

Diana mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi musim hujan akan berlangsung mulai November mendatang, khususnya di Pulau Jawa. Sehingga, diperlukan mitigasi bencana sejak dini.

"Karena kami dapatkan informasi curah hujan itu mungkin akan terjadi di Jawa dan ini kan di bulan-bulan November ini. Nah, ini kami mesti hati-hati. Kami sedang melakukan juga evaluasi untuk hal-hal apa kemungkinan terjadi, terus-menerus kami dengan BMKG," katanya.

Dengan adanya early warning system, kata Diana, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pun diharapkan sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di ruas-ruas jalan tol.

"Jadi, kami berharap nanti BUJT sudah tahu kira-kira hal-hal apa (yang bisa dilakukan), sehingga pengemudi juga harus hati-hati dan sebagainya. Jadi, data-data itu, informasi-informasi itu, masuk ke jalan tol. Untuk early warning system-nya ini kami bekerja sama dengan BMKG," terang Diana.

Di samping itu, lanjut Diana, pihaknya juga sudah menandatangani MoU terkait data-data mitigasi bencana, baik untuk jalan tol, sungai maupun bangunan gedung.

"Dan kami juga sudah ada semacam MoU atau kerja sama dengan BMKG itu untuk masalah data-datanya, baik itu untuk jalan tol, sungai-sungai, bangunan gedung, itu semuanya ada kerja samanya. Jadi, data-datanya selalu masuk ke kami," pungkasnya.

Untuk diketahui, BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan genangan air, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi.

"Kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan aktivitas awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kami mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan," tulis BMKG di laman resminya.

Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi terjadi pada November-Desember 2025 untuk Indonesia bagian barat, serta Januari-Februari 2026 untuk bagian selatan dan timur.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)