JAKARTA - Satuan tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 atau Cs-137 memastikan 22 pabrik yang sempat terpapar zat radioaktif di kawasan industri Cikande, Banten, kini sudah bersih sepenuhnya.

Ketua bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cs-137 Bara Hasibuan mengatakan 22 pabrik tersebut sudah menjalani proses dekontaminasi dan kini dinyatakan 100 persen bebas kontaminasi. Termasuk juga, PT Bahari Makmur Sejahtera (BMS).

“Sebelumnya kami mengatakan ada total 22 pabrik yang terkontaminasi. Dari 22 itu termasuk yang PT Peter Metal Technology itu dan fasilitas pengolahan udang PT BMS ya itu 100 persen, di 22 itu sudah selesai, sudah totally decontaminated sudah selesai, dan clear and clean,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu, 29 Oktober.

Selain itu, Bara mengungkap dekontaminasi juga dilakukan pada 13 junkyard atau tempat rongsokan material bekas produksi yang terpapar. Dari 13 junkyard, lima di antaranya sudah rampung menjalani dekontaminasi sementara 8 lainnya masih dalam proses.

“Kami sudah pindahkan material yang terkontaminasi itu untuk dipindahkan ke interim storage facility yang dimiliki oleh PT Peter Metal, itu pabrik bekas pabriknya PT Peter Metal ya 5 sudah clear. Nah sisanya itu 8 masih dilakukan dekontaminasi memang ini memakan waktu karena harus hati-hati,” tuturnya.

Meski begitu, Bara meyakini 8 junkyard dalam waktu dekat juga bisa dinyatakan bebas zat radioaktif.

“Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sisanya, 8 itu sudah bisa kami nyatakan clear and clean juga,” katanya.

Selain itu, Satgas telah merelokasi total 92 warga dari zona merah di Kampung Barengkok dan Desa Sukatani, Cikande.

Relokasi tahap pertama untuk 64 orang (19 KK) telah selesai pada 22 Oktober, diikuti tahap kedua untuk 28 orang (8 KK) pada 26 Oktober.

Bara mengatakan setiap warga yang direlokasi langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Cikande.

“Rumah warga yang telah direlokasi sementara, saat ini sedang dilakukan dekontaminasi agar dapat dihuni kembali secepatnya. Untuk sementara warga yang direlokasi tinggal di hunian yang disediakan Pemkab Serang,” jelasnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+