JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Coretax System.

Adapun saat ini, terdapat modus penipuan yang beredar berupa tautan palsu yang mengarahkan pengguna untuk mengunduh aplikasi Coretax.

"Waspada penipuan! #KawanPajak, jangan sampai tertipu tautan palsu yang mengatasnamakan Coretax DJP!" tulis unggahan di akun Instagram resmi @ditjenpajakri, Rabu, 29 Oktober.

DJP menegaskan bahwa Coretax hanya dapat diakses melalui situs resmi https://coretaxdjp.pajak.go.id. Tidak ada versi aplikasi lain yang dapat diunduh.

"(Contoh) pesan dusta 'silakan unduh aplikasi Coretax di https://pelayanan-coretax.com'. (Faktanya), tidak ada aplikasi Coretax untuk diunduh," jelasnya.

Untuk menghindari penipuan, wajib pajak (WP) disarankan agar tidak mengklik tautan mencurigakan dan selalu memastikan mengakses situs resmi DJP demi keamanan data perpajakan.

Sebelumnya melalui unggahan di akun Instagram @hellsims, ia membagikan pengalamannya sebagai korban penipuan online. Penipuan itu terjadi setelah ia menerima pesan WhatsApp yang mengaku berasal dari instansi pajak, terkait pemadanan NIK dengan NPWP melalui Coretax.

"Selamat Siang Perkenalkan saya Safira ingin menginformasikan mengenai data Ibu/Bapak di perpajakan yang belum melakukan pemadaman atau sinkronisasi," video yang ditampilkannya.

Meski korban menjawab telah melakukan pemadanan, oknum tetap mengatakan datanya belum tercatat di sistem.

"Tanggal 3 September 2025 kemarin gw menerima wa yang mengaku dari instansi pajak ingin menginformasikan perihal pemadanan NIK dengan NPWP di coretax dan djp. Dia tau semua data gw mulai dari kedua nomor HP gw, awalnya gw suspicious tapi karena dia udah tau data gw, ya gw ladenin," jelasnya.

Korban kemudian mengikuti instruksi oknum selama percakapan telepon, yaitu pelaku meminta korban mengunduh aplikasi M-Pajak palsu yang ternyata dapat mengakses seluruh data di ponsel korban, termasuk aplikasi keuangan seperti GoPay Pinjam, Shopee Pinjam, dan Bank Jago.

"Ternyata setelah itu gw ditelpon dan menurut apa yang dia minta mulai dari install app M-Pajak yang ketika masuk ke app itu dan pilih gabung seperti di gambar yang gw share, yang muncul hanya lingkaran dengan tulisan (kalo gw ga salah) verifikasi lalu angka progress dengan persen, dan selama percakapan terjadi di layar HP beberapa kali minta verif wajah dan sidik jari yang ternyata app itu bisa mirroring ke device lain dan mengakses semua HP gue termasuk app GoPay Pinjam, Shopee Pinjam dan Bank Jago," ujarnya.

Setelah sekitar satu jam, korban menyadari dirinya telah menjadi korban scam dan pelaku berhasil mencairkan pinjaman dan melakukan beberapa transaksi dari rekening Bank Jago korban, dengan total kerugian mencapai Rp53.170.025.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)