JAKARTA - Kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah menjelang Lebaran 2025 berdampak pada meningkatnya pergerakan pemudik sejak akhir pekan lalu.
Sebanyak 88.396 orang dan 20.887 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak.
Pemerintah sendiri menerapkan kebijakan WFA mulai tanggal 24 Maret hingga 27 Maret. Skema WFA ini berlaku untuk aparatur sipil negara (ASN) dan juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan total penumpang dan kendaraan yang telah menyeberang tersebut merupakan akumulasi pergerakan pemudik sejak Jumat 21 Maret atau H-10 hingga Sabtu, 22 Maret atau H-9 Idulfitri 2025.
“Jumlah ini meningkat 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan dominasi kendaraan roda empat yang mengalami lonjakan signifikan,” kata di Jakarta, Minggu, 23 Maret.
Shelvy bilang lonjakan jumlah pengguna jasa kapal ferry, terutama kendaraan roda empat pribadi ini terjadi karena masyarakat ingin menghindari kepadatan dan memilih berangkat lebih awal.
Meski begitu, Shelvy bilang, lonjakan ini sudah diprediksi mengingat libur Lebaran tahun ini lebih panjang karena berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
“Kami memperkirakan sekitar 30.000 kendaraan kecil akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak pada 27 hingga 29 Maret mendatang. Karena itu, sebagian antrean kendaraan akan dialihkan ke Pelabuhan Indah Kiat agar tidak menumpuk hingga jalan utama,” ujarnya.
Terkait dengan antrean kendaraan yang terjadi pada akhir pekan kemarin, Shelvy bilang hal itu disebabkan oleh peningkatan jumlah pemudik yang signifikan serta dampak dari perbaikan Dermaga VI Merak.
“ASDP tengah mempercepat perbaikan Dermaga VI pascainsiden tertabraknya KMP Portlink III. Saat ini, proses bongkar muat kendaraan dimaksimalkan melalui rampa samping kapal menuju car deck, yang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan mekanisme normal,” jelasnya.
另请阅读:
Shelvy juga bilang ASDP terus berupaya mengoptimalkan layanan agar perjalanan tetap lancar.
Pengguna jasa diimbau mematuhi jadwal keberangkatan di tiket dan tiba di pelabuhan sesuai waktu yang ditentukan.
“Kami memastikan kendaraan yang tiba sesuai jadwal tiket akan mendapat prioritas antrean naik kapal. Kami berterima kasih atas kerja sama pengguna jasa dalam menciptakan perjalanan yang lebih tertib dan nyaman,” ujar Shelvy.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)