JAKARTA - Anak Perusahaan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), yakni PLN Energi Gas, meresmikan fasilitas penyimpanan dan regasifikasigas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) di Tarakan, Kalimantan Utara.
Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari program Gasifikasi untuk menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.
Tak hanya itu, program ini juga meningkatkan ketahanan energi mengingat BBM yang sebagian bersumber dari impor sedangkan gas tersedia di dalam negeri.
"Selain itu, penggunaan LNG atau gas juga akan mengurangi sepertiga emisi karbon dibandingkan BBM dalam mendukung Net Zero Emission," ujarnya, Kamis, 30 Oktober.
Menurut Rakhmad, keberhasilan proyek Tarakan tidak lepas dari dukungan produsen LNG Kayan LNG Nusantara, pemerintah daerah provinsi maupun kota dan sinergi antar instansi.
“Koordinasi antara PLN Energi Primer Indonesia, PLN Energi Gas, Kayan LNG Nusantara dan Pemerintah Daerah berjalan intensif. Proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu 12 bulan. Saat ini Mini Regas Tarakan menjadi pioneer konversi BBM ke gas yang akan dikembangkan di wilayah lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo mengatakan, fasilitas ini dibangun sebagai solusi atas persoalan pasokan gas yang kerap tidak stabil.
Menurutnya, kehadiran regasifikasi LNG akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Tarakan sekaligus menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang berbiaya tinggi.
“Selama ini Tarakan sangat bergantung pada pasokan gas pipa yang sifatnya asosiated dari produksi minyak sehingga sering fluktuatif. Dengan regasifikasi ini, kita ingin memastikan keandalan listrik yang lebih stabil,” ujar Rizal.
另请阅读:
Dia menambahkan, penggunaan LNG sebagai sumber energi transisi juga sejalan dengan kebijakan nasional untuk menekan emisi karbon dan memperluas bauran energi bersih.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)