JAKARTA - Satuan tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 (Cs-137) telah mengumpulkan 426,8 ton material terkontaminasi zat radioaktif Cs-137 di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Material tersebut kini disimpan di tempat penyimpanan sementara.
Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cs-137 Bara Hasibuan mengatakan, seluruh proses pemindahan limbah berjalan aman dan sesuai dengan prosedur.
“Total 426,8 ton material terkontaminasi telah dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara yaitu di pabrik PT Peter Metal Technology dengan pengawasan sangat ketat, sebagai langkah untuk mencegah dan melokalisir penyebaran kontaminasi,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu, 29 Oktober.
Bara juga mengatakan 22 pabrik yang sempat terpapar zat radioaktif di kawasan industri Cikande, Banten, kini sudah bersih sepenuhnya. Termasuk juga, PT Bahari Makmur Sejahtera (BMS).
“Sebelumnya kami mengatakan ada total 22 pabrik yang terkontaminasi. Dari 22 itu termasuk yang PT Peter Metal Technology itu dan fasilitas pengolahan udang PT BMS ya itu 100 persen, di 22 itu sudah selesai, sudah totally decontaminated sudah selesai, dan clear and clean,” ujarnya.
Selain itu, Bara mengungkap dekontaminasi juga dilakukan pada 13 junkyard atau tempat rongsokan material bekas produksi yang terpapar. Dari total tersebut, lima di antaranya sudah rampung menjalani dekontaminasi sementara 8 lainnya masih dalam proses.
“Kami sudah pindahkan material yang terkontaminasi itu untuk dipindahkan ke interim storage facility yang dimiliki oleh PT Peter Metal, itu pabrik bekas pabriknya PT Peter Metal ya 5 sudah clear. Nah sisanya itu 8 masih dilakukan dekontaminasi memang ini memakan waktu karena harus hati-hati,” tuturnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Haendra Subekti mengatakan sebagian lokasi yang telah dibersihkan kini sudah bisa digunakan untuk aktivitas normal.
Meksi begitu, Haendra bilang limbah hasil dekontaminasi tidak bisa dihapuskan begitu saja.
“Kalau yang di lokasi sudah di-clear itu ada yang memang sudah bisa digunakan aktivitas normal. Tentunya yang material kontaminannya dibawa ke pabrik (PT Peter Metal), harus disimpan dengan jangka waktu panjang. Itu yang memang harus, tidak bisa dibersihkan karena memang harus disimpan,” ucapnya.
Senada, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Syaiful Bakhri mengatakan Cs-137 memiliki waktu peluruhan alami sekitar 30 tahun.
“Limbah ini memang akan kita simpan sampai dengan aktivitas yang meluruh. Kita punya kan Cesium 137 ini kan 30 tahun. 30,17 tahun itu aktivitasnya hanya separuhnya. Dan kita akan simpan sampai dengan luruh,” ujar Syaiful.
Namun, Syaiful mengaku belum bisa memastikan apakah limbah yang berhasil dikumpulkan tersebut akan dikunci di bekas pabrik PT Peter Metal selama 30 tahun penuh.
另请阅读:
Lebih lanjut, Syaiful bilang, lokasi PT Peter Metal saat ini masih berstatus interim shelter atau tempat penampungan sementara yang belum ditetapkan sebagai lokasi penyimpanan permanen.
“Limbah yang ada di situ nanti kita akan pikirkan lebih lanjut, jadi ada yang namanya interim storage itu juga sudah direncanakan oleh Satgas. Jadi akan kita tempatkan sampai dengan waktu tertentu sekaligus diolah, dikurangi volumenya,” tutur Syaiful.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)