JAKARTA - Turki menembak jatuh drone yang "tidak terkendali" yang mendekati wilayah udaranya dari Laut Hitam.

Insiden ini terjadi setelah serangan Ukraina terhadap kapal tanker "armada bayangan" Rusia di lepas pantai Turki dan peringatan dari politikus Turki tentang bahaya perang di Ukraina yang semakin meluas.

Pesawat tempur F-16 dikerahkan setelah objek terdeteksi, kata Kementerian Pertahanan Turki.

"Untuk menghindari potensi bahaya, drone tersebut ditembak jatuh di area aman di luar area berpenduduk," sambungnya dilansir ABC News, Selasa, 16 Desember.

Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang lokasi atau waktu kejadian.

Ukraina mengatakan drone angkatan lautnya menyerang dua kapal tanker pada 28 November. Kapal ketiga diserang pada 2 Desember saat menuju pelabuhan Sinop di Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan sebelumnya sebagai ancaman terhadap "keselamatan navigasi, kehidupan, dan lingkungan, terutama di zona eksklusif kami sendiri."


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+