SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghentikan pola operasi kereta api (KA) memutar melalui jalur selatan setelah banjir yang menggenangi rel antara Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Alastua, Kota Semarang, Jawa Tengah, mulai surut dan jalur sudah dapat dilintasi.
“Rekayasa operasi KA memutar sudah dihentikan, namun masih akan ada keterlambatan perjalanan meski jalur yang tergenang sudah bisa dilalui,” kata Manajer Humas KAI Daerah Operasi 4 Semarang, Franoto Wibowo di Semarang, Antara, Kamis, 30 Oktober.
Franoto menjelaskan jalur antara Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Alastua sudah dapat dilintasi kembali sejak Rabu malam kemarin.
Meski begitu, kecepatan kereta yang melintas masih dibatasi maksimal 20 kilometer per jam.
Menurut dia, normalisasi dilakukan setelah PT KAI meninggikan jalur rel yang sempat terendam banjir.
“Kami berharap ketinggian air terus surut sehingga perjalanan kereta dapat kembali normal,” ujarnya.
Franoto menambahkan, PT KAI terus berupaya menormalkan jalur yang terdampak banjir dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Petugas kami terus memantau kondisi di lapangan. Semoga banjir yang menggenang dapat segera surut,” katanya.
另请阅读:
Sebelumnya, banjir melanda sejumlah titik di Kota Semarang selama beberapa hari terakhir. Genangan juga menutupi jalur Pantura Jalan Kaligawe, yang menghubungkan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, hingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)