JAKARTA - Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengatakan pada Hari Rabu, pihaknya memperkirakan gencatan senjata kelompok militan Palestina dan Israel di Jalur Gaza akan tetap berlaku meskipun ada pelanggaran.

Israel melancarkan serangan ke Gaza yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil pada Selasa malam, setelah menuduh kelompok militan Hamas terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

"Untungnya, saya pikir pihak-pihak utama – keduanya – mengakui gencatan senjata harus dipertahankan dan mereka harus mematuhi perjanjian," ujar PM Qatar kepada Dewan Hubungan Luar Negeri dalam kunjungannya ke New York, dilansir dari Daily Sabah 30 Oktober.

Israel melancarkan serangan besar-besaran setelah mengklaim salah satu tentaranya tewas dalam tembakan musuh di Gaza. Tuduhan itu dibantah keras oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

"Pada dasarnya itu merupakan pelanggaran oleh pihak Palestina," kata PM Qatar, seraya mencatat Hamas telah menyatakan tidak berkomunikasi dengan kelompok yang melakukan serangan tersebut.

"Kejadian kemarin, sejujurnya, sangat mengecewakan dan membuat frustrasi bagi kami," lanjut Sheikh Al Thani.

"Kami berusaha untuk menahannya dan kami segera memobilisasi pasukan setelah kejadian ini dengan koordinasi penuh bersama Amerika Serikat. Dan kami telah melihat bahwa AS juga berkomitmen pada kesepakatan tersebut, sehingga gencatan senjata masih berlaku hingga saat ini," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Israel melancarkan serangan udara di Gaza pada Selasa malam yang menewaskan 104 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, mengatakan mereka bertindak setelah serangan oleh militan Palestina menewaskan seorang tentara, dalam tantangan terbaru terhadap gencatan senjata yang sudah rapuh.

Israel Defense Forces (IDF) mengatakan serangannya ke Jalur Gaza merupakan tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok teror tersebut.

Di antara mereka yang dipastikan tewas dalam serangan tersebut terdapat beberapa orang yang berpartisipasi dalam serangan 7 Oktober 2023, menurut IDF, melansir The Times of Israel.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 46 anak-anak dan 20 perempuan termasuk di antara 104 orang yang tewas dalam serangan udara Israel sejak Selasa, dikutip dari Reuters.

Qatar, tempat para pemimpin Hamas tinggal, telah menjadi perantara diplomatik utama sejak Israel melancarkan serangan dahsyatnya sebagai tanggapan atas serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023.

Bulan lalu, Israel melancarkan serangan di Qatar yang ditujukan kepada para pemimpin Hamas yang sedang membahas proposal gencatan senjata, yang memicu teguran langka dari Presiden AS Donald Trump terhadap Israel, yang kemudian mendesak lebih keras gencatan senjata di Gaza.

Sheikh Al Thani menyebut serangan itu – di mana seorang penjaga keamanan Qatar menjadi warga negara pertama monarki Arab Teluk yang tewas akibat serangan udara Israel – bukan hanya "sebuah kejutan, tetapi juga pengubah permainan bagi seluruh kawasan."

"Saya pikir serangan itu sendiri telah menunjukkan kepada AS bahwa ada banyak garis merah yang dilanggar di kawasan ini," ujarnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+