JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo membeberkan nilai keekonomian tarif layanan Transjakarta jika tak disubsidi oleh Pemprov DKI. Diketahui, tarif Transjakarta yang dibayarkan tiap penumpang sebesar Rp3.500 sekali perjalanan.

Sementara, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran subsidi transportasi atau public service obligation (PSO) sebesar Rp9.700 per tiket.

"Subsidinya Rp9.700. Lalu ditambah Rp3.500 tarifnya (yang dibayar penumpang). Jadi, nilai keekonomiannya Rp13.000," kata Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 29 Oktober.

Selama ini, total biaya operasional yang dapat ditutup dari pendapatan tarif layanan Transjakarta hanya 14 persen. Sehingga, beban subsidi Transjakarta yang ditanggung APBD sebesar 86 persen.

Angka ini semakin menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana, cost recovery layanan Transjakarta masih bisa meng-cover 34-35 persen beban operasional.

Karena itu, Syafrin mengakui kenaikan tarif makin dibutuhkan karena beban subsidi transportasi yang digelontorkan dari APBD semakin besar. Ditambah, saat ini Jakarta terdampak pemangkasan dana transfer ke daerah (TK) yang mencakup dana bagi hasil (DBH) hingga Rp15 triliun.

"Sekarang kita terkoreksi dengan pemotongan DBH, sehingga ini berpengaruh terhadap kapasitas fisikal Jakarta. Ini tentu yang harus dipahami masyarakat," jelas Syafrin.

Namun, Syafrin mengungkap Pemprov DKI belum memutuskan berapa nominal tarif Transjakarta yang akan dinaikkan. Salah satu indikatornya adalah mengkaji kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membayar tiket Transjakarta saat ini.

"Setiap tahun ini kami update dari sisi ATP-WTP (ability to pay-willingness to pay) masyarakat. Kita dapatkan angka ideal, dan itulah yang nantinya akan di-purpose untuk dimintakan persetujuan Dewan (DPRD DKI)," tutur Syafrin.

"Tentu kami terus melakukan simulasi-simulasi untuk mendapatkan angka yang ideal, sehingga ini tidak juga memberatkan masyarakat jika memang ada penyesuaian tarif yang ditetapkan Pak Gubernur," papar dia.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+