Alasan Menkes Prancis Minta Warganya Gunakan Masker Medis Ketimbang Kain
Ilustrasi foto (Mehmegar Dolatman/Unsplash)

分享:

JAKARTA - Pemerintah Prancis secara bertahap akan melarang penggunaan masker kain. Masker kain, kata Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran tak lebih baik dalam memberikan perlindungan dibanding masker bedah. Untuk itu, Veran merekomendasikan kepada rakyat Prancis untuk mulai menggunakan masker bedah saat beraktivitas di ruang publik.

“Rekomendasi yang saya buat kepada orang-orang Prancis adalah untuk tidak lagi menggunakan masker kain,” kata Veran kepada penyiar Prancis TF1, dikutip Reuters, 22 Januari.

Dalam menahan laju penyebaran COVID-19, Veran telah mewajibkan penggunaan masker untuk dikenakan di tempat umum. Untuk itu, Veran merekomendasikan masker bedah.

Veran khawatir, mereka yang menggunakan masker kain masih dapat terkena varian baru COVID-19. Senapas dengan itu, Veran menyebut empunya kebijakan akan banyak melakukan pengetatan pembatasan sosial, apalagi di tengah angka penularan COVID-19 yang meningkat tajam.

"Kita bisa dipaksa untuk mengambil tindakan yang lebih keras daripada yang dihadapi orang Prancis musim gugur ini. Itu bisa menjadi kuncitara nasional jika situasi membutuhkannya," katanya.

Walaupun pengetatan dilakukan, sekolah-sekolah di Prancis masih buka. Begitu pula dengan toko-toko yang kembali diizinkan berdagang. Kendati demikian, pejabat kesehatan Prancis telah mengimbau warganya untuk selalu mewaspadai penyebaran varian baru COVID-19 yang lebih menular.

Sejauh ini Prancis telah mengonfirmasi 2.957.547 kasus penularan COVID-19. Di antara itu, terdapat 71.273 kasus meninggal dunia.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, French, and Spanish versions are automatically generated by the system. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)