Menlu RI Ingatkan Masyarakat Ikut Membangun Kemitraan ASEAN-Uni Eropa

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengingatkan, masyarakat turut membangun kemitraan ASEAN dengan Uni Eropa, sehingga investasi pada pengembangan sumber daya kemanusiaan dibutuhkan, menekankan tanggung jawab bersama kedua pihak.

Berbicara dalam pertemuan ASEAN-European Union Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina, Hari Rabu, Menlu Sugiono mengatakan tantangan global yang saling terkait menjadikan kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin relevan.

"ASEAN dan Uni Eropa memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga perdamaian, memperkuat stabilitas, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di kedua kawasan," ujar Menlu Sugiono, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (23/7).

Tahun 2027 akan menandai 50 tahun hubungan kemitraan ASEAN–Uni Eropa, yang akan diperingati dengan penyelenggaraan KTT yang mengumpulkan seluruh pemimpin Asia Tenggara dan Uni Eropa.

Momentum tersebut diharapkan menjadi titik tolak untuk membawa kemitraan kedua kawasan ke tahap yang lebih erat, lebih relevan, dan semakin berdampak bagi masyarakat di kedua kawasan.

Terkait itu, Indonesia turut menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi kemitraan ASEAN–Uni Eropa.

"Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat. Karena itu, investasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui beasiswa, pelatihan, dan pertukaran antarmasyarakat harus terus diperkuat," ujar Menlu Sugiono.

Mewakili lebih dari satu miliar penduduk dan sekitar seperlima perekonomian dunia, ASEAN dan Uni Eropa memiliki kepentingan bersama untuk terus memperkuat multilateralisme serta menjunjung tatanan internasional yang terbuka, adil, dan berbasis aturan. Indonesia juga menegaskan pentingnya penerapan hukum internasional secara konsisten.

Dalam pertemuan kali ini Indonesia mendorong langkah menuju perdagangan bebas antarkawasan ASEAN–Uni Eropa dengan membangun momentum dari berbagai perjanjian perdagangan bilateral antara Uni Eropa dan negara-negara anggota ASEAN di bidang ekonomi. Integrasi ekonomi yang lebih erat diyakini akan memperkuat perdagangan, investasi, sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok kedua kawasan.

Sedangkan di sektor energi, Menlu Sugiono mendorong Uni Eropa untuk terus mendukung transisi energi ASEAN, yang perlu berjalan seiring dengan kebutuhan menjaga keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keandalan pasokan.

"Ada peluang yang lebih luas bagi investasi pada infrastruktur energi, yang disertai alih teknologi, kerja sama teknis, dan penguatan kapasitas," tandasnya.