ASEAN Harus Mampu Membaca Arus Perubahan Agar Menghasilkan Solusi yang Proaktif dan Jalan Keluar yang Kreatif

JAKARTA - ASEAN harus mampu membaca arus perubahan yang terjadi di dunia saat ini, guna menghasilkan solusi yang proaktif dan jalan keluar yang kreatif menuju masa depan Kawasan dengan Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) atau Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara menjadi jangkarnya.

Hal tersebut dikatakan Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro dalam opening ceremony Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) di Philippine International Convention Center, Pasay City, Filipina, Selasa (21/7).

Menlu Theresa mengatakan, tema "Navigating Our Future, Together" yang dipilih oleh Filipina sebagai ketua relevan dengan situasi dunia saat ini yang diwarnai dengan gejolak, ketidakpastian dan keterdugaan, dengan perkembangan di berbagai belahan dunia saat ini menguji perdamaian, keamanan dan stabilitas global.

Menlu Theresa mengatakan, ASEAN "dituntut untuk mampu membaca arus yang terus berubah saat ini, agar dapat menentukan jalur yang paling aman menuju masa depan," tidak lagi bergantung pada "pola-pola statis masa lalu."

"Hal ini mencerminkan komitmen kita terhadap pemecahan masalah yang aktif dan terencana, mencari solusi kreatif serta jalan keluar yang layak bahkan dalam situasi tersulit dan selama diskusi yang paling rumit," jelas Menlu Theresa.

"Kita bukan sekadar mengikuti arus zaman, melainkan menjadi pihak yang mengendalikan arah kita sendiri," tandasnya.

Menlu Theresa menekankan, Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) atau Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara menjadi jangkar yang kokoh dalam menentukan arah.

Menandai peringatan 50 Tahun TAC tahun ini, Menlu Theresa mengatakan penghormatan terhadap kedaulatan, prinsip non-intervensi dan penyelesaian sengketa secara damai yang menjadi prinsip fundamental ASEAN selama lima dekade, telah teruji waktu dan tetap menjadi fondasi stabilitas kawasan dan kokoh menghadapi perubahan dinamika global.

"Kita harus terus melanjutkan perjalanan ini bersama. Kini, kerja sama bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis," katanya.

"Dalam tatanan dunia yang semakin terfragmentasi, tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi tantangan-tantangan tersebut sendirian," tandasnya.

"Kekuatan dan ketahanan ASEAN lahir dari persatuan serta tekad bersama seluruh negara anggotanya," tegas Menlu Theresa.

"Oleh karena itu, marilah kita menghadapi tantangan tersebut bersama-sama dengan kejernihan visi, keberanian untuk bertindak, dan semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan ASEAN," pungkasnya.