Wapres Vance Bilang Iran Setuju Mengundang Kembali Inspektur IAEA
JAKARTA - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Hari Senini mengatakan Iran telah setuju untuk mengundang inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kembali ke negara itu, setelah putaran pertama pembicaraan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Tehran dan Washington menggelar perundingan damai dengan mediasi Pakistan serta Qatar dalam Lake Lucerne Summit di Burgenstock Resort, Swiss, Hari Minggu (21/6).
"Pihak Iran telah setuju untuk mengundang inspektur IAEA kembali ke negara mereka," kata Wapres Vance kepada wartawan di resor Burgenstock, Swiss, tempat pembicaraannya dengan kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dimulai pada Hari Minggu, melansir Al Arabiya dan AFP (22/6).
"Itu adalah tonggak penting bagi rakyat Amerika dan langkah pertama dalam denuklirisasi permanen atau mengakhiri program senjata nuklir di Iran secara permanen," tandasnya.
Lake Lucerne Summit digelar menyusul Nota Kesepahaman Islamabad yang terdiri dari 14 poin dan ditandatangani Presiden Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pekan lalu.
Delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Dari pihak Iran ada Ketua Parlemen Mohammad Bagher Galibaf. Sementara Pakistan dipimpin oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Qatar dipimpin Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.
Pembicaraan di Swiss adalah tahap pertama dari periode negosiasi dua bulan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan awal yang disepakati pekan lalu.
Mediator Pakistan dan Qatar mengatakan para negosiator menyepakati "peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari," dengan pembicaraan teknis akan berlanjut hingga akhir pekan di Burgenstock, sebuah kompleks hotel terpencil di Swiss tengah.
Kesepakatan akhir akan berupaya mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, yang mendorong Iran untuk melakukan serangan balasan dengan salvo rudal dan drone di seluruh wilayah tersebut, secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur air penting bagi perekonomian dunia.
Para negosiator bertujuan untuk mengatasi beberapa masalah paling pelik yang telah menghantui hubungan AS-Iran selama beberapa dekade, termasuk program nuklir Teheran dan uranium yang diperkaya.
Berdasarkan ketentuan kesepakatan pendahuluan pekan lalu, yang dirilis oleh pejabat AS, Iran akan mengurangi stok uranium yang diperkaya, mungkin dengan "pencampuran di tempat di bawah pengawasan IAEA," badan pengawas nuklir PBB.
IAEA memperkirakan Iran memiliki 440 kilogram (970 pon) uranium yang diperkaya hingga 60 persen, mendekati tingkat yang dibutuhkan untuk sebuah bom.
Iran sendiri menangguhkan kerja sama dengan IAEA setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan sebelumnya pada Juni 2025 dan para inspektur belum melihat material tersebut sejak saat itu.
관련 항목:
Wapres Vance mengatakan, Dia memperkirakan percakapan dengan para inspektur tentang kepulangan mereka ke Iran akan segera dimulai.
"Saya memperkirakan itu akan terjadi paling lambat minggu ini, tetapi kami pikir bahkan beberapa percakapan dengan para inspektur dan dengan IAEA dapat terjadi secepatnya hari ini," katanya.
Terpisah, Kepala IAEA Rafael Grossi dalam unggahan di media sosial X pada Hari Minggu menuliskan, dia berada di Burgenstock dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis.