Qodari Dipanggil ke Istana, Diminta Bantu Komunikasi Program Pemerintah

JAKARTA — KSP Muhammad Qodari mengaku dipanggil ke Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk membantu komunikasi program pemerintah. Namun ia belum mau memastikan jabatan yang akan diemban.

Qodari mengatakan panggilan itu disampaikan Sekretaris Kabinet. Menurut Qodari, Presiden memintanya membantu agar program kerja pemerintah bisa dikomunikasikan lebih maksimal kepada publik.

“Tadi ditelepon Pak Seskab. Bapak Presiden minta saya membantu proses komunikasi, berkomunikasi maksimal untuk program kerja pemerintah,” kata Qodari, Senin, 27 April.

Ia menjelaskan, komunikasi program pemerintah itu dikaitkan dengan tujuan bernegara. Mulai dari melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, hingga ikut menjaga ketertiban dunia.

“Jadi dijelaskan programnya, latar belakangnya, dan dikomunikasikan secara maksimal,” ujarnya.

Saat ditanya apakah tugas itu mengarah pada juru bicara Presiden, Qodari tidak menjawab tegas. Ia meminta publik menunggu pengumuman resmi dari Presiden.

“Persisnya tunggu pengumuman Bapak Presiden,” kata Qodari.

Qodari hanya memberi sinyal urusan komunikasi pemerintah saat ini berada di Badan Komunikasi Pemerintah.

“Sampai saat ini rasanya yang berkomunikasi itu ada di Badan Komunikasi Pemerintah,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah dirinya akan menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Qodari kembali menahan jawaban.

“Persisnya kita tunggu Bapak Presiden, karena prerogatif Presiden,” katanya.

Ia juga tidak menjawab saat ditanya apakah posisinya berkaitan dengan pengganti Kepala Staf Kepresidenan. Menurut Qodari, semua keputusan berada di tangan Presiden.

“Kembali ke Bapak Presiden,” ujarnya.

Qodari juga enggan memastikan kabar soal Jenderal Purnawirawan Dudung Abdurachman.

“Sebentar lagi lihat,” katanya.