Tersingkir di Coppa Italia, AC Milan Beralih Fokus ke Liga

JAKARTA - AC Milan gagal melanjutkan kiprah di Coppa Italia setelah disingkirkan Lazio. Pelatih Massimiliano Allegri menyatakan kini Milan fokus di liga dan menghadapi persaingan ketat dengan juara bertahan Napoli.

Allegri mengaku kecewa Milan tak mampu menjaga performa saat menghadapi Lazio dua kali berturut-turut. Saat bertemu di Serie A Italia di San Siro yang merupakan markas sendiri, akhir pekan lalu, Milan sukses menaklukkan rivalnya dengan skor tipis 1-0.

Milan berhasil meraih tiga poin setelah peluang penalti Lazio di injury time secara kontroversial dipatahkan wasit yang hanya memberikan tendangan bebas untuk pelanggaran yang berbeda.

Kemenangan atas Lazio membawa Milan ke puncak klasemen dengan mengantungi poin 28. Sama dengan Napoli, namun Milan unggul selisih gol.

Setelah menang di kandang sendiri, Rafael Leao dkk kemudian menyambangi markas Lazio. Kali ini mereka melakoni pertandingan di babak 16 besar Coppa Italia. Hasilnya, Lazio sukses menuntaskan dendam dan mengalahkan Rossoneri 1-0 untuk melangkah ke perempat final.

Allegri menyatakan bila kegagalan itu bukan langkah mundur meski musim lalu Milan mampu mencapai final Coppa Italia. Hanya Milan harus mengakui keunggulan Bologna 1-0 di laga puncak.

“Tidak sepenuhnya [sebuah kemunduran]. Tentu kami kecewa karena tersingkir di babak knockout. Tetapi kami harus fokus ke depan,” kata Allegri seperti dikutip Football Italia.

Ya, Allegri memastikan Milan sudah langsung beralih fokus di liga. Apalagi, mereka menghadapi persaingan ketat dengan Napoli.

Saat menyelesaikan pekan ke-13, kedua tim memiliki poin sama. Milan tidak hanya memperhitungkan Napoli tetapi juga Inter Milan dan AS Roma yang hanya terpaut satu poin.   

Allegri pun menargetkan tiga poin saat Milan menghadapi Torino di laga berikutnya di Serie A. Meski tak mudah karena Milan punya rekor buruk saat bertemu Torino beberapa musim terakhir, namun mereka harus bisa mengalahkan tuan rumah.

“Kami akan melakoni dua pertandingan Serie A sebelum bermain di Supercoppa Italiana,” kata Allegri.

“Persoalannya selama 12 tahun terakhir berapa kali Milan mengalahkan Torino di pertandingan tandang? Hanya sekali, saat Covid dan tim bermain di tempat tertutup. Jadi, kini kami fokus meraih tiga poin di pertandingan ini,” ucap Allegri sambil tersenyum.

Menanggapi kekalahan tim saat melawan Lazio, Allegri mengakui bila mereka mengalami kesulitan dibandingkan pertandingan sebelumnya.

Menurut dia perjalanan berlangsung ketat dan tim yang memecah kebuntuan yang bakal menang. Lazio yang akhirnya melakukan setelah sundulan Mattia Zaccagni yang menyambut sepak pojok. Dan terbukti setelah gol Zaccagni tidak ada lagi gol yang tercipta dari kedua tim.

“Pertandingan berjalan ketat dan siapa pun yang memecah kebuntuan yang akan memenangkannya. Dan kami memang gagal memanfaatkan peluang yang ada. Lazio bisa menang karena kami menghadapi kesulitan lebih dari pertandingan sebelumnya,” tutur eks pelatih Juventus ini memberi analisis pertandingan.

“Kami beberapa kali salah umpan. Saat bisa mengontrol pertandingan, kami justru membuat tiga atau empat kesalahan yang tidak perlu sehingga lawan mendapat tendangan bebas dan sepak pojok," katanya.

Allegri mengatakan lebih lanjut, "Ini seperti saat kami menghadapi Cremonese dan Pisa. Kami mampu mendominasi tetapi gagal menang. Kami memang harus memperbaiki diri."