Pentingnya Sejak Dini Menanamkan Kesadaran Kesehatan pada Anak
JAKARTA – Sehat adalah harta yang tak ternilai. Karena itu, menjaga kesehatan jauh lebih baik daripada mengobati. Masih dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November, drg. Leonardo Eka Putra Chandra (dr. Edo) dari Nusantara Dental Clinic menekankan pentingnya menjaga kesehatan anak sejak dini.
Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2025 mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”. Tema ini, menurut dr. Edo, sangat penting disosialisasikan kepada anak-anak.
“Tema ini mengingatkan kita bahwa masa depan yang kuat dimulai dari anak-anak yang sehat. Bukan cuma fisik, tapi juga kebiasaan baik sejak kecil, termasuk menjaga kesehatan gigi. Kalau anak sehat, belajarnya lebih fokus dan tumbuh kembangnya juga lebih maksimal,” jelasnya.
Saat ditanya sejak usia berapa sebaiknya anak mulai diajarkan merawat kesehatan gigi, ia menegaskan bahwa semakin cepat semakin baik, meski tetap harus dilakukan dengan cara yang wajar.
“Sebenarnya sejak gigi susu pertama muncul sudah boleh mulai diajari. Biasanya umur 6 bulan sampai 1 tahun. Enggak perlu ribet, cukup dibersihin pelan-pelan pakai kain lembap dulu, lalu saat anak umur 2 tahun ke atas bisa mulai pakai sikat gigi khusus anak. Intinya, makin awal makin bagus supaya mereka terbiasa dan menganggap itu hal yang normal,” terangnya.
另请阅读:
Ia mengingatkan bahwa gigi permanen hanya tumbuh sekali. “Gigi cuma berganti sekali, dari gigi susu ke gigi permanen. Kalau gigi permanen sudah copot atau rusak, ya enggak bisa tumbuh lagi. Makanya perawatan sejak kecil penting banget — sekali hilang, ya hilang,” tegasnya.
Mengenai asupan makanan harian, orang tua disebut harus sangat memperhatikan. Ada makanan atau minuman yang selama ini dianggap tidak bersahabat untuk gigi, seperti es krim, permen, dan makanan instan lainnya. Menurut dr. Edo, bukan berarti makanan itu dilarang, tetapi porsinya harus dibatasi dan tidak dikonsumsi terlalu sering.
Makanan manis dapat memicu karang gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Karena itu, setelah anak mengonsumsi makanan manis, penting untuk segera membersihkan giginya agar sisa-sisa makanan tidak menempel.
Memang, diakui dr. Edo, mengajak anak pergi ke dokter gigi bukan hal mudah. Perlu trik agar anak merasa nyaman dan mau melakukan perawatan.
Salah satu tipsnya adalah menciptakan suasana yang menyenangkan. “Kuncinya suasana harus mendukung. Anak gampang takut kalau tempatnya kaku atau peralatannya kelihatan serem. Biasanya yang bikin mereka tenang itu ruang tunggu warna-warni dan ada mainan. Dokternya juga harus ngomong lembut, menjelaskan pelan-pelan supaya mudah dipahami anak,” katanya.
Karena itu, ruang pemeriksaan sebaiknya dibuat ramah anak. “Kami menyediakan ruang yang ramah anak dan treatment yang santai, supaya anak merasa aman dan nyaman tanpa rasa takut,” tandasnya.