Rey Mbayang dan Dinda Hauw Siap Bawa Horor Indonesia Go Global lewat Film Ritual Gaib

JAKARTA - Rey Mbayang dan Dinda Hauw bersama-sama membintangi film horor berjudul “Ritual Gaib: Nyai Randasura” yang diproduksi lewat kerja sama Anak Negeri Films dari Indonesia dan Kraken Entertainment dari Australia.

Seperti di kehidupan nyata, Rey dan Dinda dipasangkan sebagai suami-istri di film Ritual Gaib. Mereka memainkan karakter Radit dan Laras.

Rey mengaku dekat dengan cerita-cerita horor. Ia pun antusias saat menerima peran Radit, terlebih dalam film ini, ia merasakan proses syuting di tengah hutan.

"Aku suka banget horor, karena saya dari Manado dam Opa saya dari Toraja. Di sana, horornya kental banget,” kata Rey dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Oktober.

“Dan untuk gabung di film Ritual Gaib, ini juga menarik, akhirnya aku ngerasain syuting di tengah hutan," sambungnya.

Adapun, film Ritual Gaib digadang-gadang sebagai intellectual property (IP) anak bangsa pertama yang dihadirkan dalam American Film Market (AFM) 2025 yang akan digelar di Los Angeles, California, Amerika Serikat pada November mendatang.

Dinda juga tak kalah antusias dengan suaminya. Ritual Gaib adalah film horor pertamanya. Ia pun ikut senang ketika proyek ini ditujukan untuk diperkenalkan secara global.

"Ini film horor pertama saya dan ditemani pasangan. Semoga dengan kehadiran kita di film Ritual Gaib ini bisa memberi dampak baik dan ikut mengharumkan film Indonesia di luar negeri sana," ujar Dinda.

Selain Rey dan Dinda, film Ritual Gaib juga dibintangi Masayu Anastasia, Egy Fedli, Selvi Kitty dan Ricky Lucky One. Sementara sineas asal Australia, Stuart Simpson, ditunjuk untuk menyutradarai film ini.

Di samping itu, Intan Kieflie selaku produser mengatakan, Ritual Gaib sudah menyelesaikan proses syuting dan saat ini berada pada tahap post-production. Sembari menunggu jadwal penayangan, film ini masih ingin melihat hasil dari AFM 2025, agar dapat dibawa ke pasar global.

"Kami masih menunggu dulu hasil di AFM akan seperti apa. Dan semoga nanti ada distributor global yang tertarik," kata Intan.

Ritual Gaib bukan sekedar karya film. Bekerjasama dengan Noise, Gagas Media, dan Bumi Nusantara, IP ini ditujukan sebagai gerakan budaya yang membuktikan bahwa horor Indonesia memiliki nilai ekspor tinggi dan daya tarik global.

"Ritual Gaib ini bukan cuma IP film, tapi IP multimedia. Nantinya kita akan ada buku, dokumenter, dan kita juga punya podcast," pungkas Intan Kieflie.