BEI Tetapkan Target RNTH 2026 Sebesar Rp14,5 Triliun per Hari
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target baru untuk Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar modal pada tahun 2026.
Adapun, penetapan target tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 29 Oktober.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan bahwa RNTH tahun 2026 ditargetkan mencapai Rp14,5 triliun per hari.
Ia menambahkan bahwa target ini menjadi bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026, yang disusun dengan mempertimbangkan sejumlah asumsi makroekonomi.
Menurut Iman, penyusunan RKAT tersebut memperhatikan berbagai faktor, seperti tren suku bunga global, arah kebijakan ekonomi pemerintahan baru, serta potensi peningkatan jumlah perusahaan tercatat dan investor di pasar modal. Selain itu, BEI juga menetapkan jumlah hari bursa sebanyak 239 hari pada tahun 2026.
"Target kita untuk RNTH Rp14,5 triliun per hari. Kita ketahui bahwa memang sampai dengan 24 Oktober tadi RNTH kita Rp16,5 triliun namun dari hasil for cast modeling, kita melihat bahwa peningkatan signifikan transaksi harian ini baru terjadi tiga bulan terakhir," ujarnya dalam acara konferensi pers RUPSLB secara virtual, Rabu, 29 Oktober.
Selain target transaksi, BEI juga menetapkan sasaran jumlah pencatatan efek sebanyak 555 efek pada 2026. Angka tersebut mencakup saham baru, obligasi, serta berbagai produk efek lainnya seperti Exchange-Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estat (DIRE), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), Efek Beragun Aset (EBA), hingga waran terstruktur.
Kemudian, BEI juga menargetkan penambahan dua juta investor baru di pasar modal tahun depan.
Iman menyampaikan penyusunan RKAT 2026 selaras dengan fase pertama Master Plan BEI 2026–2030, yaitu meningkatkan kesesuaian produk dengan pasar dan demokratisasi akses.
另请阅读:
Ia menambahkan BEI akan berfokus dalam pengembangan sejumlah rencana kerja yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan, meningkatkan pelindungan investor, penyediaan layanan data yang sesuai kebutuhan
pelanggan, hingga penyempurnaan teknologi yang digunakan.
"Kita tidak bicara mengenai jumlah, hanya jumlah, tapi kualitas maupun mengenai jumlah investor aktif menjadi salah satu target," jelasnya.
Dari sisi kinerja keuangan, BEI menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,54 persen menjadi Rp1,94 triliun pada tahun 2026. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan naik 18,02 persen menjadi Rp300,81 miliar. Adapun total aset BEI pada akhir 2026 diperkirakan mencapai Rp7,49 triliun, dengan total ekuitas lebih dari Rp6,41 triliun.