Gara-gara Nama di KTP, Ari Sihasale Sempat Tak Boleh Masuk Istana

JAKARTA – Aktor dan produser film Ari Sihasale punya pengalaman unik saat hendak dilantik sebagai anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 Oktober. Ia sempat tidak diizinkan masuk karena namanya tak tercantum dalam daftar undangan resmi.

“Petugas bilang nama saya tidak ada. Setelah dicek, ternyata nama di KTP saya bukan Ari Sihasale, tapi Johnson Estrella Sihasale,” ujar Ari sambil tertawa menceritakan kejadian itu.

Setelah identitasnya dikonfirmasi, Ari akhirnya bisa bergabung dengan para tokoh lain yang juga dilantik Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 110/P Tahun 2025. Komite ini diketuai Velix Wanggai, dengan anggota di antaranya John Wempi Wetipo, Ignatius Yogo Triyono, Paulus Waterpauw, Ribka Haluk, Ali Hamdan Bogra, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Yani, dan John Gluba Gebze.

Ari Sihasale dan Nia Zulkrnaen saat berjumpa Sufmi Dasco Ahmad. (Instagram @alenia259)

Meski datang dengan kisah lucu, Ari menegaskan tugasnya kali ini bukan urusan sepele. “Kami diminta bergabung di komite percepatan Papua. Kami sebagai prajurit, anak buah, siap,” katanya mantap.

Bagi Ari, Papua bukan sekadar tempat kerja, melainkan tanah yang sudah lama ia perjuangkan lewat film dan kegiatan sosial. “Saya sudah lama peduli pada Papua. Lewat film, saya ingin orang melihat Papua dengan cara yang lebih dalam, lebih manusiawi,” ujarnya.

Menurutnya, dengan enam provinsi baru di Tanah Papua, pembangunan akan lebih cepat dan merata. “Harapannya, pembangunan tidak hanya di kota besar, tapi sampai ke pedalaman. Supaya masyarakat Papua bisa menikmati kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan yang merata,” kata suami Nia Zulkarnaen itu.

Meski sempat tertahan di gerbang Istana, Ari tak kehilangan senyum. “Nama boleh beda, tapi semangat tetap sama,” ucapnya ringan.