WHO Catat Kematian Ibu Semakin Meningkat, Paling Tinggi di Negara-negara Berpenghasilan Rendah
JAKARTA - Organinasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa kematian ibu di dunia semakin meningkat. Sekitar 260 ribu wanita meninggal dunia setelah kehamilan dan persalinan pada 2023, menurut laporan WHO di laman resminya pada Senin, 7 April 2025.
Sekitar 92 persen dari semua kematian ibu tersebut terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengan ke bawah. Kematian ibu tertinggi tercatat di Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan, dengan kematian sekitar 87 persen atau 225 ribu ibu pada 2023.
Tingginya jumlah kematian ibu di beberapa wilayah dunia mencerminkan ketidaksetaraan dalam akses ke layanan kesehatan yang berkualitas. Wanita meninggal akibat komplikasi selama dan setelah kehamilan dan persalinan.
Padahal, pada kenyataan komplikasi tersebut berkembang selama kehamilan dan sebagian besar dapat dicegah jika ditangani dengan cepat dan tepat. Komplikasi lain mungkin ada sebelum kehamilan, tetapi memburuk selama kehamilan yang jika tidak diatasi dengan baik.
Beberapa komplikasi yang menyebabkan sekitar 75 persen kematian ibu di antaranya adalah pendarahan hebat terutama setelah melahirkan, infeksi, tekanan darah tinggi (pre-eklampsia dan eklampsia), komplikasi dari persalinan, hingga aborsi yang tidak aman.
Dengan tingginya angka kematian ibu ini, maka dibutuhkan langkah pencegahan sejak dini. Sebagian besar kematian ibu dapat dicegah karena solusi perawatan kesehatan untuk mencegah dan mengelola komplikasi sudah diketahui.
Semua wanita membutuhkan akses ke perawatan berkualitas tinggi selama kehamilan, kemudian selama dan setelah melahirkan. Sangat penting momen persalinan diatasi tenaga kesehatan profesional, karena manajemen dan perawatan tepat waktu dapat membuat perbedaan antara hidup dan mati para wanita serta bayinya.
WHO menjelaskan bahwa pendarahan parah setelah melahirkan dapat membunuh wanita sehat dalam beberapa jam jika tidak dirawat. Menyuntikkan oxytocic segera setelah melahirkan secara efektif mengurangi risiko pendarahan.
另请阅读:
Meningkatkan kesehatan ibu juga merupakan salah satu prioritas utama WHO saat ini. WHO bekerja untuk berkontribusi pada pengurangan kematian ibu dengan meningkatkan bukti penelitian, memberikan panduan klinis dan terprogram berbasis bukti, menetapkan standar global dan memberikan dukungan teknis pada negara anggota untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan program yang efektif.