Kenali Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Berbeda dengan Pria
JAKARTA - Penyakit jantung adalah penyebab kematian utama bagi pria dan wanita. Namun, gejala penyakit jantung pada wanita sering berbeda dari pria. Mengenali tanda-tanda serangan jantung dan faktor risikonya bisa menyelamatkan nyawa Anda.
Gejala Serangan Jantung pada Wanita
Dilansir VOI dari laman Mayo Clinic pada Jumat, 4 April, nyeri dada adalah gejala paling umum pada pria dan wanita. Namun, wanita lebih sering mengalami gejala lain yang tampaknya tidak berhubungan dengan serangan jantung, seperti mual atau nyeri ringan di leher dan punggung.
Gejala serangan jantung pada wanita meliputi:
- Nyeri atau ketidaknyamanan di leher, rahang, bahu, punggung atas, atau perut bagian atas
- Sesak napas
- Nyeri di satu atau kedua lengan
- Mual atau muntah
- Berkeringat berlebihan
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Kelelahan yang tidak biasa
- Rasa panas di dada
Gejala ini sering muncul saat istirahat atau bahkan saat tidur. Stres emosional juga bisa memicu serangan jantung pada wanita.
Wanita lebih mungkin mengalami serangan jantung tanpa penyumbatan darah di arteri utama, kondisi ini disebut penyakit arteri koroner non-obstruktif. Selain itu, wanita juga lebih sering mengalami penyumbatan di pembuluh darah kecil yang memasok darah ke jantung, disebut penyakit jantung pembuluh kecil (small vessel heart disease) atau penyakit mikrovaskuler koroner.
Jika Anda mengalami gejala serangan jantung, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan mengemudi sendiri kecuali benar-benar tidak ada pilihan lain.
Beberapa faktor risiko penyakit jantung yang umum pada pria dan wanita meliputi kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Namun, ada beberapa faktor yang lebih berpengaruh pada wanita, seperti:
- Merokok: Dampaknya lebih besar pada wanita dibanding pria.
- Kurang Aktivitas Fisik: Tidak berolahraga meningkatkan risiko penyakit jantung.
- Stres dan Depresi: Stres dan depresi lebih berpengaruh pada jantung wanita dibanding pria, dan bisa menyulitkan dalam menjaga gaya hidup sehat.
- Diabetes: Wanita dengan diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung daripada pria dengan diabetes. Diabetes juga bisa membuat serangan jantung terjadi tanpa gejala.
- Menopause: Penurunan hormon estrogen setelah menopause meningkatkan risiko penyakit jantung pembuluh kecil.
- Komplikasi Kehamilan: Tekanan darah tinggi atau diabetes saat hamil bisa meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.
- Riwayat Keluarga: Jika ada keluarga yang mengalami penyakit jantung di usia muda, risikonya lebih tinggi pada wanita dibanding pria.
- Penyakit Autoimun: Penyakit seperti lupus dan skleroderma bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
Wanita di bawah usia 65 tahun, terutama yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, perlu lebih memperhatikan faktor risiko ini.
Cara Mencegah Penyakit Jantung
Gaya hidup sehat bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Berikut langkah-langkahnya:
- Berhenti Merokok
Jika sulit berhenti, cari bantuan profesional atau program penghentian merokok.
- Makan Makanan Sehat
Pilih biji-bijian utuh, buah, sayuran, susu rendah lemak, dan daging tanpa lemak. Kurangi garam, gula, dan lemak jenuh.
- Berolahraga dan Menjaga Berat Badan
Jika kelebihan berat badan, menurunkan beberapa kilogram saja sudah bisa menurunkan risiko penyakit jantung.
- Kelola Stres
Stres bisa mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Coba olahraga, meditasi, atau bergabung dalam kelompok dukungan.
- Batasi Alkohol
Jika minum alkohol, batasi satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas sehari untuk pria.
- Kontrol Tekanan Darah, Gula Darah, dan Kolesterol
Terapkan gaya hidup sehat dan kontrol tekanan darah, gula darah hingga kolesterol. Minum obat sesuai anjuran dokter.
- Tidur yang Cukup
Kurang tidur bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam.
另请阅读:
Aktivitas fisik rutin membantu menjaga kesehatan jantung. Usahakan berolahraga 30 menit sehari dengan intensitas sedang seperti jalan cepat, setidaknya 5 hari dalam seminggu.
Jika sulit berolahraga lama, bisa dibagi menjadi beberapa sesi 10 menit dalam sehari. Latihan interval (bergantian antara olahraga berat ke ringan) juga efektif untuk menjaga berat badan dan tekanan darah.