Bagikan:

JAKARTA - Lima tim terbaik Indonesia, Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, EVOS Divine, ONIC, dan Shadow Esports akan memulai perjuangannya turnamen Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring.

Persaingan di level Asia Tenggara yang semakin ketat membuat setiap tim menyiapkan strategi lebih matang, mulai dari penyesuaian rotasi, pemilihan map, hingga konsistensi permainan di setiap matchday.

Kondisi ini juga mendorong tim-tim Indonesia untuk tidak hanya tampil stabil, tetapi mampu mengonversi peluang menjadi kemenangan sejak pekan pertama.

Coach Bigetron by Vitality, Christian Jonathan (CHRISJO), menegaskan bahwa timnya datang ke musim ini dengan ambisi yang lebih besar.

“Selama tiga musim kami selalu stabil menjadi tim yang tetap berada di lobi FFWS SEA, walaupun kami adalah tim tembusan FFWS ID, tetapi tetap kami masih sangat menginginkan gelar juara di musim ini,” kata pria yang akrab disapa Chrisjo.

Nada serupa juga datang dari RRQ Kazu. Coach RRQ Kazu, Adi Gustiawan (ADY), mengatakan bahwa musim ini timnya ingin menjawab tantangan terbesar mereka selama ini.

“Di level FFWS SEA, selisih antar tim sangat tipis. Kami hampir selalu mampu menunjukkan kualitas kami di kompetisi ini, tapi belum juga bisa menjadi juara. Musim ini kami bukan hanya ingin tampil bagus, tapi juga tampil lebih sempurna agar bisa menutup kompetisi dengan gelar juara,” kata Ady.

Setelah laga pembuka hari ini, perjuangan tim Indonesia akan berlanjut pada Sabtu, 25 April 2026, saat EVOS Divine dan ONIC mulai turun bertanding dalam bentrokan 12 tim di Grup B dan Grup C, bersama RRQ Kazu.

Lalu pada Minggu, 26 April 2026, penutup pekan pertama akan menghadirkan duel Grup A dan Grup C yang mempertemukan Bigetron by Vitality, ONIC, dan EVOS Divine.

COACH EVOS Divine, Wahyu Kurniawan (Leem), menilai musim ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa timnya masih lapar akan kemenangan.

“Menjadi juara dunia adalah pencapaian besar, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan level itu. Kami banyak belajar dari periode musim Fall 2025. Sekarang fokus kami adalah membangun lagi rasa lapar, disiplin, dan konsistensi untuk kembali bersaing di level tertinggi,” ujar Leem.

Di sisi lain, ONIC datang membawa tekad untuk menjawab keraguan soal konsistensi. Setelah sempat meraih gelar juara di FFWS SEA 2025 Spring, kini ONIC ingin membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan sebagai penantang utama.

COACH ONIC, Ahmad Fadly Masturoh (AFM), mengatakan bahwa timnya ingin menjadikan musim ini sebagai jawaban atas semua pertanyaan itu.

“Gelar yang kami raih sebelumnya membuktikan bahwa ONIC punya level untuk menjadi juara. Sekarang tantangannya adalah membuktikan bahwa kami bisa tampil stabil sepanjang musim. Hal itu lah yang ingin kami tunjukkan di FFWS SEA kali ini,” ujar AFM.

Sementara itu, tim debutan yang datang dari jalur juara FFNS 2026 Spring, Shadow Esports membawa semangat untuk mematahkan keraguan terhadap tim promosi dari kompetisi nasional.

“Kami paham level FFWS SEA sangat berbeda dengan FFNS, tapi kami datang bukan hanya untuk anak bawang di sini. Kami ingin benar-benar bersaing, beradaptasi cepat, dan membuktikan bahwa kami layak ada panggung ini,” pungkas COACH Shadow Esports, Janes Manao.