Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital mengaku sedang melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan kebocoran materi gim yang belum dirilis dari Indonesia Game Rating System (IGRS).

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyatakan evaluasi dan investigasi dilakukan dengan melibatkan asosiasi dan juga pelaku industri.

“Untuk menghindari asumsi-asumsi yang beredar di media sosial, proses sekarang dalam proses investigasi secara keseluruhan, baik dari sisi policy, sistem dan proses, ataupun tools dan teknologinya, sampai ke organisasi dan SDM nya,” kata Sonny pada Jumat, 17 April.

Sebelumnya, beberapa media asing menyebutkan ada celah keamanan dalam sistem yang membuat materi pengajuan privat untuk proses klasifikasi gum diduga dapat diakses publik.

Hal tersebut memicu beredarnya cuplikan gameplay dari sejumlah judul besar yang belum dirilis, salah satu yang terdampak adalah gim 007: First Light garapan IO Interactive.

Beberapa warganet melihat cuplikan gameplay tersebut berdurasi lebih dari satu jam, termasuk bagian akhir cerita, padahal, gim tersebut dijadwalkan rilis pada 27 Mei mendatang.

Tidak hanya 007: First Light, kebocoran gim juga terdampak ke gameplay Echoes of Aincrad milik Bandai Namco, Assassin’s Creed: Black Flag dari Ubisoft dan Castlevania: Belmont’s Curse dari Konami, meski cuplikannya belum tersebar luas.

“Semua pihak yang terlibat, termasuk publisher atau industrinya sendiri, kita libatkan proses ini. Jadi kita akan update hasil dari investigasi pada kesempatan yang paling pertama setelah kita dapatkan hasilnya, biar gak ada asumsi lagi di lapangan,” tegas Sonny.