Bagikan:

JAKARTA -Apple kembali menjadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap kehadiran perangkat revolusioner bernama iPhone Ultra, yang disebut-sebut sebagai iPhone lipat pertama dalam sejarah perusahaan asal Cupertino tersebut. Informasi ini datang dari YouTuber teknologi Jon Prosser melalui kanal FrontPageTech, yang sebelumnya juga dikenal kerap membocorkan produk Apple, meski sempat berurusan hukum dengan raksasa teknologi itu.

Dalam bocoran terbarunya, iPhone Ultra tampil dengan desain yang sudah cukup familiar—mengikuti render yang beredar sebelumnya. Namun, ada sejumlah detail menarik yang membuat perangkat ini berpotensi menjadi game changer di pasar smartphone foldable.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kapasitas baterainya yang mencapai 5.800mAh. Angka ini terbilang sangat besar untuk perangkat lipat, bahkan melampaui sebagian besar pesaingnya saat ini. Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy Z Fold 7 hanya dibekali baterai 4.400mAh, sementara generasi berikutnya diperkirakan baru akan menyentuh 5.000mAh. Dengan kapasitas tersebut, Apple tampaknya ingin menepis salah satu kelemahan utama ponsel lipat: daya tahan baterai.

Menariknya, Apple tidak menggunakan teknologi silicon-carbon seperti yang mulai diadopsi beberapa brand Android, melainkan mengandalkan baterai berteknologi densitas tinggi untuk mencapai kapasitas besar tanpa mengorbankan desain.

Dari sisi performa, iPhone Ultra disebut akan ditenagai chip terbaru Apple, yakni A20, yang juga akan digunakan pada lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Chip ini dipadukan dengan modem internal generasi kedua Apple, yakni C2, yang diklaim membawa peningkatan signifikan termasuk dukungan konektivitas satelit.

Tak hanya itu, iPhone Ultra juga akan hadir dengan RAM sebesar 12GB, menyamai kompetitor utama di kelas foldable. Kombinasi ini diyakini akan memberikan performa tinggi, baik untuk multitasking maupun kebutuhan komputasi berat.

Pada sektor kamera, Apple tampaknya tetap mempertahankan kualitas tinggi. Bocoran menyebutkan adanya dua kamera belakang, masing-masing dengan resolusi 48MP untuk lensa utama dan ultrawide. Sementara untuk kamera depan, Apple disebut sedang menguji teknologi under-display camera (UDC) pada layar bagian dalam, meski belum dipastikan apakah fitur ini akan hadir di versi final.

Dari segi desain, iPhone Ultra memiliki ketebalan sekitar 4,5mm saat dibuka dan 9,5mm saat dilipat. Ini membuatnya lebih tipis dibandingkan beberapa pesaing seperti Google Pixel 10 Pro Fold dan Motorola Razr Fold, meski masih sedikit kalah tipis dari Samsung Galaxy Z Fold 7.

Meski demikian, dimensi ini tetap menunjukkan bahwa Apple serius dalam menghadirkan perangkat foldable yang kompetitif, khususnya di pasar Amerika Serikat. Apalagi jika dibandingkan dengan beberapa model dari China yang lebih tipis, namun belum tersedia secara luas di pasar global.

Soal jadwal peluncuran, iPhone Ultra diperkirakan akan diperkenalkan pada September 2026, bersamaan dengan peluncuran lini iPhone 18 Pro. Menariknya, meski sempat beredar rumor penundaan, bocoran terbaru menyebutkan bahwa secara internal Apple masih berada di jalur yang sesuai untuk jadwal tersebut.

Jika semua bocoran ini akurat, maka iPhone Ultra bukan hanya sekadar produk baru, melainkan langkah besar Apple dalam memasuki pasar smartphone lipat—sekaligus menantang dominasi para pemain Android yang sudah lebih dulu hadir di segmen ini.

Ikuti Whatsapp Channel VOI