JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) fokus mengembangkan DELL-E sebagai robot pengantar barang otonom. Robot ini dirancang sebagai layanan logistik di lingkungan dengan akses terbatas.
DELL-E dirancang untuk mengatasi kendala pengiriman last-mile atau pengiriman jarak terakhir di area seperti perumahan tertutup, perkantoran, hingga kawasan industri. Umumnya, kurir hanya dapat mengantar paket hingga titik serah tertentu di kawasan ini.
Dengan keterbatasan itu, DELL-E dikembangkan agar penerima tidak perlu berjalan kaki untuk mengambil barang di lokasi yang jauh dari pintu atau rumah. Sebaliknya, satpam juga tidak perlu meninggalkan pos mereka hanya untuk mengantar barang.
DELL-E menggunakan sistem navigasi yang menggabungkan sensor LiDAR, IMU, dan GPS untuk bergerak secara mandiri. Teknologi tersebut mendukung pemetaan rute secara akurat serta menghindari rintangan yang ada di jalur perjalanannya.
“DELL-E dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi layanan logistik, mengurangi beban kerja manusia, menjaga konsistensi waktu pengiriman, serta meminimalkan risiko kesalahan,” ujar periset PRMC BRIN, Roni Permana Saputra, dikutip pada Kamis, 5 Februari.
BACA JUGA:
Keamanan barang di dalam kabin robot akan terjamin melalui sistem autentikasi khusus berbasis pemindaian QR Code. Dengan mekanisme ini, hanya penerima sah yang dapat membuka kunci dan mengambil paket yang diantarkan oleh robot tersebut.
Pengguna dapat memantau status pengiriman secara langsung melalui aplikasi berbasis server yang terhubung dengan koneksi internet. Proses kerja robot dimulai dari pemesanan lewat aplikasi hingga penentuan rute otomatis menuju lokasi tujuan yang telah ditetapkan.
DELL-E telah melalui uji coba perdana di Bandung dengan skenario pengantaran barang dari laboratorium menuju pos keamanan. Hasil pengujian menunjukkan performa navigasi yang stabil, tetapi BRIN masih perlu menyempurnakan sistemnya.