JAKARTA- Uni Eropa menyatakan bahwa TikTok bersikap “sangat kooperatif” dalam penyelidikan terkait dugaan campur tangan pemilu yang berkaitan dengan pemilihan presiden Rumania tahun 2024. Hal itu disampaikan juru bicara Komisi Eropa di tengah berlangsungnya investigasi terhadap peran platform media sosial tersebut.
Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, mengatakan TikTok bekerja sama secara erat dengan otoritas Uni Eropa dalam penyelidikan yang masih berjalan. Penyelidikan ini berfokus pada apakah TikTok telah melakukan langkah yang cukup untuk membatasi potensi intervensi selama masa kampanye pemilihan presiden Rumania, sebagaimana dilaporkan Reuters dan dikutip News.Az.
“TikTok telah mengambil sejumlah langkah konkret dan menunjukkan tingkat kerja sama yang sangat tinggi selama proses investigasi,” kata Regnier,.
Uni Eropa secara resmi membuka proses hukum terhadap TikTok pada Desember 2024. Langkah itu diambil menyusul kekhawatiran mengenai integritas pemilu serta tanggung jawab platform digital besar dalam mengelola konten politik selama masa kampanye.
BACA JUGA:
Regnier, mengatakan kasus ini menunjukkan bahwa regulator Uni Eropa terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi yang bersedia terlibat secara konstruktif dalam upaya pengawasan.
“Kasus ini membuktikan bahwa kami siap bekerja dengan perusahaan teknologi yang mau terlibat secara konstruktif dengan otoritas pengawas,” ujar Regnier. Ia bahkan menyebut TikTok sebagai “sangat kooperatif” dalam proses penyelidikan tersebut.
Penyelidikan terhadap TikTok merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dari Uni Eropa untuk mengatur platform digital besar dan memastikan kepatuhan terhadap aturan yang dirancang untuk melindungi proses demokrasi, khususnya pemilu, serta membatasi penyebaran konten berbahaya atau manipulatif secara daring.
Dalam beberapa tahun terakhir, regulator Eropa semakin menaruh perhatian pada cara platform media sosial mengelola konten politik, transparansi iklan politik, serta potensi pengaruh kampanye informasi terkoordinasi selama pemilu.
TikTok telah menghadapi pengawasan regulasi di berbagai wilayah dunia. Sejumlah pemerintah dan regulator mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan teknologi besar, terutama dalam isu yang berkaitan dengan keamanan nasional, perlindungan data, dan proses demokrasi.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Uni Eropa belum mengumumkan kesimpulan akhir maupun kemungkinan sanksi yang dapat dijatuhkan kepada TikTok terkait kasus tersebut.