JAKARTA – Apple mengakuisisi Q.ai, perusahaan rintisan Kecerdasan Buatan (AI) asal Israel. Akuisi ini dilakukan untuk memperkuat posisi perusahan di sektor teknologi audio dan perangkat keras.
Kesepakatan ini dilaporkan bernilai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,5 triliun. Nilai tersebut menjadikan Q.ai sebagai akuisisi terbesar kedua dalam sejarah Apple setelah membeli Beats Electronics pada 2014.
Q.ai terkenal dengan spesialisasinya dalam pembelajaran mesin yang mampu menerjemahkan ucapan berbisik dengan sangat jernih. Teknologi dari perusahaan tersebut juga sangat efektif dalam meningkatkan kualitas audio pada lingkungan yang bising.
Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan fitur cerdas pada perangkat AirPods, termasuk kemampuan terjemahan langsung. Selain itu, teknologi Q.ai juga akan digunakan untuk mendeteksi aktivitas otot wajah untuk menyempurnakan headset Vision Pro.
Menariknya, ini merupakan kali kedua pendiri Q.ai, Aviad Maizels, menjual perusahaannya kepada pihak Apple. Sebelumnya, ia sukses menjual PrimeSense yang digunakan dalam teknologi FaceID pada perangkat iPhone.
BACA JUGA:
Sejalan dengan akuisisi ini, seluruh tim pendiri Q.ai, termasuk Yonatan Wexler dan Avi Barliya, dipastikan akan bergabung dengan manajemen Apple. Keduanya diharapkan mampu mempercepat inovasi produk berbasis AI milik Apple.
Kabar akuisisi besar ini muncul bertepatan dengan pengumuman pendapatan Apple. Dalam laporan keuangan terbaru yang dibagikan perusahaan tersebut, Apple berhasil meraup pendapatan kuartalan sebesar 143,8 miliar dolar AS atau setara Rp2.300,8 triliun.
Data keuangan yang berakhir pada 27 Desember ini naik 16 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan ini didorong oleh penjualan iPhone yang meroket di China hingga 38 persen mencapai 25,53 miliar dolar AS (Rp404,8 triliun).