JAKARTA - Paramount Skydance Corporation memperpanjang masa penawaran pembelian saham Warner Bros. Discovery (WBD) senilai 30 dolar AS (Rp504 ribu) per saham secara tunai hingga 20 Februari 2026.
Langkah ini menegaskan penawaran Paramount dengan memberikan valuasi perusahaan sebesar 108,4 miliar dolar AS (Rp1.824 triliun) jauh di atas nilai transaksi Netflix yang diklaim mencapai 82,7 miliar dolar AS (Rp1.392 triliun).
Bersamaan dengan perpanjangan penawaran, Paramount juga mengumumkan telah mengajukan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk mengajak pemegang saham WBD menolak transaksi merger yang telah direvisi dengan Netflix.
Dalam dokumen tersebut, Paramount menyebutkan bahwa pemegang saham WBD dalam kesepakatan dengan Netflix hanya akan menerima 27,75 dolar AS (Rp467 ribu) per saham, atau bahkan lebih rendah tergantung pada pembagian hutang hingga 17 miliar dolar AS (Rp287 triliun) ke entitas baru Discovery Global.
Menurut mereka, jika sebagian besar hutang dialihkan kembali ke bisnis studio dan streaming WBD, nilai yang diterima pemegang saham diperkirakan bisa turun hingga sekitar 23,20 dolar AS (Rp390 ribu) per saham.
BACA JUGA:
Selain itu, perusahaan menilai transaksi Netflix menghadapi risiko yang tinggi dari sisi regulasi, karena berpotensi memperkuat dominasi pasar Netflix hingga sekitar 43 persen pelanggan global layanan video berlangganan.
“Sebaliknya, kombinasi Paramount dan WBD bersifat pro-kompetitif, dengan para penonton film, pekerja studio, dan talenta kreatif semuanya akan berkembang berkat perluasan produksi dan konten film bioskop dari perusahaan gabungan tersebut,” tulis Paramount.
Paramount pun kembali mengimbau pemegang saham WBD untuk menolak transaksi Netflix dan mendukung tawaran Paramount yang dinilai lebih unggul dari sisi nilai maupun kepastian.